About Us
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at nisl. Nullam lorem mi, eleifend a, fringilla vel, semper at, ligula. Mauris eu wisi. Ut ante dui, aliquet nec, congue non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris. Duis sed massa id mauris pretium venenatis. Suspendisse cursus velit vel ligula. Mauris elit.....read more
Rabu, 15 Desember 2010
THE LION DEN'S
Manifest 2
Check In Counter
Memuja Durian
"Kenapa Durian nggak bisa di bawa?!!" saya bukan teroris...Durian kan bukan BOM yang bisa meledak?!!!! saya tuntut kamu!!!.
Itulah salah satu celotehan penumpang yang tidak senang buah Duriannya tidak boleh dibawa naik pesawat. Pusing memang, terkadang menangani masalah seperti ini..terkadang penumpang tidak mau mengerti. Bahkan setelah diberikan penjelasan oleh staff check in counter, penumpang tersebut juga masih belum mau mengerti.
Kurcaci: "Maaf bapak..., kami tidak menerima bagasi dalam bentuk durian."
Raja : " Lho..memangnya kenapa? nggak boleh?"
Kurcaci: "Durian boleh dibawa pak, tapi wanginya tidak boleh."
Raja : " Apa pulak kau ini?! kau mau mempermainkan saya?!"
Kurcaci:" Bukan begitu pak, tapi begitu prosedurnya." Bapak harus mem packing sedemikian
rupa, sampai bau durian itu tidak keluar lagi."
Dengan nada suara yang lantang dan sambil memukul meja. penumpang itu marah dengan ngebutnya tanpa koma..a i u e o.!! ini itu. akhirnya kurcaci itu mengeluarkan mantera pamungkasnya.
Kurcaci: "Begini saja pak, kalau bapak ingin menaikkan bagasi durian bapak, silahkan bapak
packing sampai baunya tidak tercium lagi oleh saya. kenapa pak? bapak tau kenapa
durian tidak boleh dibawa ke pesawat?."
Raja : "Kenapa?! kamu mau melawan saya?! kamu nggak tau siapa saya?!" (sambil melotot)
Emang gua pikirin siapa lo? gua disini hanya menjelaskan! (dalam hati berbisik)
Kucaci: "Begini pak.. disini saya tidak melawan siapapun. termasuk bapak yang ada di depan
saya.Durian itu tidak boleh masuk dalam bagasi pesawat karena baunya. karena tidak
semua penumpang suka akan durian. pernah kejadian gara gara durian penumpang
tidak jadi terbang, jadi disini saya harapkan kerjasamanya. kalau bapak ingin naik
bagasi duriannya. maka bapak harus ikuti prosedur kami. begitu pak terimakasih."
Sebel gua...! pengen makan tu penumpang...!! tapi nggak boleh, kita harus profesional..!huuuu..!
Akhirnya penumpang itu menyerah juga karena saya hanya tersenyum dan tersenyum mendengarkan celotehannya dia.
Tapi sebenernya yang aku tau....sah sah aja bawa durian kepesawat. tapi ya itu tadi...semuanya ada peraturan dan prosedur yang harus dijalani. jadi kalo entar ada penumpang yang emosi gara gara durian....pasti itu itu aja yang gua bolak balikin katanya...capek sih, tapi udah kerjaan harus siap menalan pahit manisnya ocehan penumpang, yang penting tahan kuping aja.
Tunggu kisah seru selanjutnya.......di Manifest 3.....
Posted By
Ahmad Syahputra Parinduri
Medan 22.19
Thursday
Senin, 06 Desember 2010
Hanya Janji
Ternyata perkataan tak segampang perbuatan...
Ternyata berperilaku tak segampang berdiam........
Berjanji tak segampang mengucapkan.......
Melihat bulan memang indah......tapi aku tak tahu....apa yang sebenarnya ku lihat....
Indahkah? nyatakah? atau hanya keinginan sesaatku untuk menatapnya?
Menatapnya seakan tak ingin melepas semua ini...tak ingin mengakhiri malam yang penuh misteri ini...
Ketika malam semakin merindukan kehadiran mentari....
Aku tak kuasa berpisah dari indahnya sinar yang kita buat...
Aku terhipnotis dibalik misterimu itu.......
Belum saatnya aku berjanji,....dan entah kapan datang waktunya.......
Aku belum bisa menghilangkan semua ini dari bayanganmu rembulan.....
Aku terguyur titisan rintik hujan semu........pabila aku mendengar semua itu.....
Desakan pagi terus menghantui indahnya rembulan...........
Bertanya terus....memastikan akan kata kata itu......
Jujur aku belum sanggup......lidahku bisa berkata lain...
Tapi hatiku tidak bisa ku kelabui walaupun seutuhnya milikku.....
Percayalah...............
Aku berdiri disini, melihatmu...memikirkanmu.......untuk bahagiamu...
Aku akan siap menanti sampai kau muncul kembali diantara malam...
Cerah......tanpa ditutupi oleh awan gelap...........
Posted By: Ahmad Syahputra Parinduri
Medan 06 Dec 2010
Time 22.51 Wib
Rabu, 24 November 2010
i think i love you
Aku berpikir kurasa ini adalah awal yang salah bagiku
Begitu mudah kuterima semua ini
Aku ini seperti orang bodoh, yang pada akhirnya menyesali semua ini
Aku berharap bahwa kau adalah cintaku
dan aku berharap bahwa itu adalah dirimu
Apakah kau hanya menipuku?
Kau mengatakan bahwa ini bukanlah cinta, ini hanya akan membuat sakit
saya berharap bahwa yang kau katakan hanyalah angin lalu
tapi pabila memang luka
pasti luka yang menyakitkan
dan akan membekas dan tertinggal didiriku ini
bahkan ketika aku tahu ini
dan aku masih tetap serakah dan ingin terus mencintaimu
terus ingin memilikimu
dan itu semua membuatku sedih......sedih setengah mati....
Aku percaya, bahwa hanya aku yang bisa memanggilmu dalam sepiku
apa yang harus kulakukan? apa aku salah?
apakah aku perlu menghindari cinta ini?
aku tak bisa...dan tetap tak bisa
aku merindukan semuanya tentang dirimu
dan aku pikir aku cinta kepadamu....
selamanya walaupun sakit..............my love
Medan 24.11.2010 time 00.24
Minggu, 07 November 2010
SUARA HATI.......
Ringannya hati
Hari itu aku dilempar oleh seseorang dengan sebuah batu.......
Aku tersadar dan aku siap untuk membalas lemparan itu.........
Terasa sakit berbekas di permukaan bahkan sampai kedalam......
Tapi aku tak sejahat yang kau kira......aku masih punya nurani.....
Akhirnya aku membalasmu dengan melempar kapas kepadamu...
Kau menuai kebencian kepadaku, tak begitu dengan diriku......
Aku akan menuai kasih sayang terhadapmu........dan
Aku tidak berharap banyak, dan memelas akan kasih sayangku....
Aku ikhlas dan tulus memberikannya.............semoga kau tersadar...
*********************************************************************************
Terlupa!
Kabar tak sampai,
Angin pun tak melambai,
Dan kian terjebak dalam kesendirian yang terkulai...!!!
Dimana pundi yang menampung segala tawa?
Dimana ranji yang mengusung setitik gelora?
Namun yang ada hanya rapuh-melepuh dan kian menjauh...
Seiring retak yang merangkak hingga tak berdetak...
Apa mungkin ini yang namanya sebuah kegelapan?
Sungguh sangat berkuasanya resah diatas segala luapan...!!!!
***********************************************************************************
Tertatih Dalam Badai
Rasanya seperti merangkak dalam badai
Merintik terjatuh hingga melepuh
Dan tak bisa lagi tuk di hentikan.
Seperti karang yang mencoba bertahan dibalik kesempurnaan ombak,
Menghempas dan melepaskan labuhan kapal hingga tergeletak.
Membungkam sisi lain yang terduduk disini,
Memaksa memandang hamparan mendung yang datang bertanya,
Namun, tidakkah dia menyadari,
Bahwa saat semua itu ada hanyalah untuk menyakiti saja..?!
Yah... Rasanya memang seperti merangkak dalam badai,
Merintik terjatuh hingga melepuh
Dan tak bisa lagi tuk dielakkan.
Kemana kaki ‘kan melangkah ?
Karena tiada lagi yang menjadi berarti kini,
Seakan mengajak mimpi tuk tetap terlelap sebagai mimpi,
Agar tiada lagi yang kan tersakiti.
---
Tuhan...
Ampunilah semua rasa yang pernah tertaut,
Kuncilah dia dalam kebahagiaan yang indah,
Serta damaikanlah jiwanya dalam memuja kasihnya
Merintik terjatuh hingga melepuh
Dan tak bisa lagi tuk di hentikan.
Seperti karang yang mencoba bertahan dibalik kesempurnaan ombak,
Menghempas dan melepaskan labuhan kapal hingga tergeletak.
Membungkam sisi lain yang terduduk disini,
Memaksa memandang hamparan mendung yang datang bertanya,
Namun, tidakkah dia menyadari,
Bahwa saat semua itu ada hanyalah untuk menyakiti saja..?!
Yah... Rasanya memang seperti merangkak dalam badai,
Merintik terjatuh hingga melepuh
Dan tak bisa lagi tuk dielakkan.
Kemana kaki ‘kan melangkah ?
Karena tiada lagi yang menjadi berarti kini,
Seakan mengajak mimpi tuk tetap terlelap sebagai mimpi,
Agar tiada lagi yang kan tersakiti.
---
Tuhan...
Ampunilah semua rasa yang pernah tertaut,
Kuncilah dia dalam kebahagiaan yang indah,
Serta damaikanlah jiwanya dalam memuja kasihnya
Karena atas semua kejadian yang pernah tercipta,
Tak lain hanyalah sebagai tanda-tanda kebesaran-Mu.
Tak lain hanyalah sebagai tanda-tanda kebesaran-Mu.
Minggu, 17 Oktober 2010
Sisi binatangku
Aku hidup dengan damai, selaras dengan alam yang liar menutupi bumi dengan segala kelebihan yang dimilikinya, aku bahagia hidup bebas seperti ini, tanpa ada seorangpun yang bisa mengusikku, apalagi memenjarakanku dan menjadikanku barang tontonan oleh sejuta umat di jagad ini. Aku terus di cari, aku terus diburu yang hasil akhirnya aku adalah barang berharga yang bernilai tinggi. Tidak usah aku sebutkan satu persatu. Hai mahkluk....kita sama sama bernyawa. kita sama sama mahkluk ciptaanNya, kita juga sama sama berhak hidup dan berhak untuk menikmati hidup kita. Tapi tolong jangan lagi kau usik aku. Berapa banyak sudah kalian memburu kami, berapa banyak pula kalian telah membunuh kami. tidak puaskah kalian? dan berapa banyak temanku yang kalian penjarakan dengan kejam? aku tahu tidak semua mahkluk seperti kalian yang memperlakukan kami seperti itu. Beritahukan kepada mereka, aku ini sudah hampir punah dan kelompokku sudah nyaris kelaparan akibat ulah kalian.
Hanya ini yang ingin kuminta terakhir kalinya, jagalah kami dengan baik dan berikanlah kami ruang yang layak apabila kalian ingin menyelamatkan kami, berikanlah kami tempat yang layak dan pantas dan perlakukanlah kami selayak mahkluk hidup sama seperti kalian.
Stop pemburuan
Jumat, 15 Oktober 2010
Jejak langkahku
Bekas itu telah tertinggal, bekas itu telah terjiplak dalam buramnya kanvas putih. Tak bisa di hapus walaupun kugunakan dengan segala cara. Aku melihat ada arti dari perjalananku ini. setiap jejak telah kuhitung, setiap jejak telah melangkah liar begitu saja. Terbangun dari tidurku dan setengah tersadar dalam alam nyata, ku melihat sesuatu yang nyata tapi ilusi semata, kucoba meraih itu dan telah kudapat, semakin kugenggam tapi semakin sakit terasa, ku coba untuk perlahan melepaskannya tapi tak bisa. Aku lebih memilih menggemgam itu kembali dan terus kembali.
Jejakku kembali menerjang pemahaman yang tak kumengerti. Terbisik dalam hati dalam dan dalam, "apakah aku harus iba akan hal itu?", "apakah aku harus menolongnya?". Tanpa ragu aku menolong tanpa mengharapkan imbalan atau apapun itu, aku hanya ikhlas menolong tanpa mengharapkan balasan apapun. karena aku percaya, balasan yang akan kudapat akan datang tanpa kusadari.
Malam akan menjelang, tapi aku terus melangkahkan jejakku dan di sudut kiri aku terhempas. Terdiam kaku tak bergerak, apa yang terjadi denganku? mengapa tiba tiba sebuah kayu besar menghantamku secara tiba tiba, aku tak sempat menghindar dan aku tak bisa mengelak dari hantamannya. Kumelihat tubuhku, aku melihat dari ujung rambut sampai keujung kuku di ujung jari kakiku, aku tak melihat luka yang berarti, yang aku lihat hanya potongan potongan hati berserakan tersebar liar di jalanan, aku memungutinya dan aku mencoba bertanya apakah ini salahku, atau ini salah kayu besar itu? atau ini balasan yang aku terima dari keikhlasanku tadi? tanpa kusadari aku telah tertolong dan aku terselamatkan.
Melangkah tertatih aku meraihnya, kebahagiaan yang kurasa masa itu sangatlah komplit, semua bisa kuraih dengan mudah, ibarat botol minuman yang terisi penuh dengan air manis didalamnya. Kumerasakan nikmatnya pabila kuteguk dengan perlahan. Mungkin karena kecerobohan diriku dan lemahnya pertahanan diri, sehingga kini air didalam botol itu terbuang dengan sia sia, aku tak bisa meminumnya. aku hanya bisa melihat air itu terbuang percuma, air itu mengalir dan semakin mengalir. kini diriku melangkah membuat jejak perlahan tertatih untuk meraihnya kembali.
Jejakku tak percuma kutapakkan, jejakku tak lekang oleh zaman yang kian berevolusi dengan segala bentuknya. Jejakku tersusun rapi di rak perjalanan yang akan segera ku ukir kembali. Jejakku siap melangkah kemanapun aku akan pergi, jejakku tlah ku tata dengan perasaan hati dan cinta, dan diujung jejakku kelak aku akan bahagia bersama semua langkah.
Minggu, 10 Oktober 2010
HAPPINES
MENILAI BAHAGIA
Hidup itu penuh perjuangan bung! Jangan patah semangat dan jangan pantang menyerah, lanjutkan apa yang kamu bisa lakukan dan lakukan apa yang bisa kamu kerjakan. Setiap manusia telah memiliki garis kehidupannya masing masing. Tinggal bagaimana caranya manusia itu mengatur dan merencanakan garis itu dan kemana dia akan mengarah.
Tujuan hidupku adalah bahagia dan tidak ada satu orang pun yang dapat menghalangi diriku untuk membuatku bahagia. Karena hidup ini Cuma satu kali, dan tak ada kehidupan untuk kedua kalinya. Dan janganlah kau sekali kali menghalangi kebahagiaan orang lain hanya demi mengagungkan keegoanmu semata. Karena kebahagiaan orang lain adalah bahagia mereka dan apabila aku melihat orang lain bahagia, maka aku akan bahagia bersamanya juga. Aku ingin membahagiakan semua orang yang bisa aku bahagiakan, walaupun itu sedikit naïf kelihatannya. Tapi itulah motivasi hidupku. Saat ini begitu banyak bahagia yang kudapat, walaupun bahagia itu masih semu yang kuraih, tapi aku mensyukurinya.
Kita melihat begitu banyak orang diluar sana yang ingin hidup lebih layak dan merasakan bahagia. Tapi tahukah kita? Hanya dengan melihat kondisi dan melihat dengan mata telanjang. Apakah kita tahu dan apakah kita bisa menilai mereka itu bahagia atau tidak?
Kisah pertama. Ada seorang perempuan yang tinggal di sebuah rumah kecil yang berdindingkan tepas dan beralaskan tanah. Bisa di bilang lebih mirip dengan kandang ayam. Mereka hanya hidup berdua dirumah itu, anak itu berumur 8 tahun, dan perempuan itu hanya dapat tersenyum tatkala dia mengingat suaminya yang telah di panggil oleh sang pencipta 1 tahun yang lalu. Dia merelakan kepergian suaminya, karena perempuan itu berpikir semua mahkluk hidup yang di ciptakanNya, maka akan kembali padaNya pula, tiada satupun manusia di muka bumi ini yang dapat menghindarinya. Tak ada manusia yang bisa hidup abadi.
Keseharian keluarga ini sangat bersahaja, untuk makan sehari harinya saja mereka berdua berjuang bersama, mencari barang bekas dari satu tong sampah ke tong sampah yang lain. Dan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Tidak bisa dibayangkan sebelumnya disaat suaminya masih hidup dahulu. Minimal mereka berdua tidak perlu susah payah mencari nafkah untuk kebutuhan mereka, paling tidak ada sesosok ayah dan sesosok suami yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan hidup mereka sekeluarga.
Dahulu suami perempuan itu bekerja sebagai tukang bangunan, walaupun hasilnya tak seberapa, tapi itu lebih dari cukup untuk memberi makan anak isterinya dan menyekolahkan satu anak perempuannya. Mereka hidup bahagia, walaupun nyatanya mereka tidak punya apapun. Keluarga itu selalu bersyukur dan tersenyum tatkala suatu saat mereka tidak bisa makan, dan mereka hanya dapat merasakan nikmatnya aroma masakan dari warung nasi di seberang jalan rumah mereka. Tapi mereka tetap mensyukurinya dan mereka bahagia.
Dan disaat pempuan itu kehilangan suaminya. Dan kehidupan mereka nyata nyatanya tidak bahagia. Dan mereka berdua harus bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhannya. Dan anak itu harus putus sekolah demi membantu orang tuanya mencari nafkah. Begitu miris kenyataannya. Mereka tidak mau meminta apalagi mengemis di pinggir jalan, seperti yang bisa kita lihat pada masa sekarang ini. Prinsip hidup perempuan itu adalah lebih baik memberi dari pada meminta, lebih baik menolong dari pada di tolong, selagi dia masih mampu dan dia masih kuat dan masih diberi kesehatan serta masih di perbolehkan bernafas di bumi ini oleh TuhanNya. Serta tak berhenti berusaha dan berikhtiar , maka niscaya Tuhan pasti mendengarkan doa dan pinta hambaNya.
Tuhan itu tidak buta, Tuhan itu selalu mendengarkan dan melihat segala gerak gerik yang kita lakukan di dunia ini, tak sedetikpun luput dari pengawasannya. Dan apa kenyataan sekarang? Kehidupan mereka ternyata berbalik 180 derajat. Perjuangan mereka membuahkan hasil. Walaupun tidak seberhasil pengusaha besar di negeri ini. Tapi mereka bahagia dan tetap memandang kedepan, dan sesekali memandang kebelakang, agar mereka tidak sombong dan agar mereka tidak lupa dari mana mereka berasal.
Kisah kedua. Seorang pria berpakaian rapi berdasi, kendaraanya mobil keluaran terbaru, rumahnya bak istana kerajaan yang megah. Dia juga memiliki perusahaan penerbangan yang cukup berkembang di Indonesia, intinya hidupnya bergelimpangan kemewahan dan harta. Tak pernah sedikitpun ia melihat kebawah, yang ada dalam otaknya hanyalah ingin, ingin dan ingin lebih baik terus. Itulah salah satu sifat manusia yang tak pernah puas.
Tapi apakah kita tau, Mereka itu bahagia atau tidak? Anak pria itu hanya bisa menggerutu tiap hari, tatkala orang tuanya tak pernah ada untuk dirinya, dan bahkan bertemu saja mereka tak bisa. Yang bisa diberikan orang tuanya hanyalah uang uang dan uang. Uang bukan segalanya bung! Percayalah, kalau kau berpikir segalanya dapat diatur dengan uang, itu salah! Atau kau berpikir uang dapat membeli kebahagiaan, itu salah… sifatnya hanya sesaat. Walaupun kau bilang hartamu takkan habis tujuh turunan. Tetapi itu semua tak semata mata bahagia, tapi itu hanya tampak dalam fanamu saja.
Suatu ketika perusahaan pria itu mengalami kebangkrutan, tak ada satu orangpun yang berniat membantu pria itu. Semua hartanya habis terjual. Dan pria itu sempat frustasi dan hampir mengakhiri hidupnya begitu juga dengan isterinya. Tapi tak begitu dengan anaknya. Anaknya mendukung dan memberi motivasi kepada kedua orang tuanya. Dan pada akhirnya hidup mereka bahagia dalam segala kekurangan yang mereka miliki dan pria itu baru merasakan inilah kebahagiaannya selama ini yaitu kebahagiaan dari hati. Dan ia pun tak patah semangat untuk kembali membangun hidupnya bersama keluarganya.
Dari kisah diatas maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwasanya jangan melihat orang hanya dari luarnya saja. Dan jangan sekali kali kita mengukur kebahagiaan seseorang itu hanya dari luarnya saja. Karena sesungguhnya kebahagiaan yang berasal dari hatilah yang lebih nyata dan lebih abadi di bandingkan kebahagiaan fana. Semua berlandaskan dari hati, kalau hati merasa bahagia pastilah hidup kita akan bahagia. Percayalah!
Minggu, 03 Oktober 2010
KAU YANG KULUPAKAN
Mengapa Kau menelepon ku lagi,...
Mengapa Kau menghubungi ku lagi,..
Mengapa Kau mengirim sms lagi
Mengapa Kau mengatakan,.. "aku sayang kamu"
Mengapa Kau mengatakan,.. "aku kangen kamu"
Mengapa Kau seperti itu,..
Mengapa Kau mencintai aku,...
Mengapa Kau menyukai aku,..
Meskipun hujan turun membasahi bumi,..
Meskipun bulan tak lagi ditemani oleh bintangnya,..
meskipun cahaya mentari di pagi ini tak dapat menghangatkan rumput kecil yang telah basah daunnya karena embun pagi,..
Meskipun gunung tinggi memuntahkan laharnya dan menghancurkan bumi......
Aku tetap tidak kan terima tuk bisa mencintai mu,..
Karena aku bukan lelaki yang kejam,..
Karena aku bukan lelaki idaman,..
Yang pasti akan ku katakan kepada mu,..
Aku tidak mencintai mu,..
Meski kau cinta aku,..
Karena disaat kau telepon aku,..
Disaat itu pula aku tak mencintai mu,..
Karena disaat kau bilang sayang,..
Disaat itu pula ku tak pernah menyanyagi mu,..
Karena disaat kau bilang cinta aku,..
Disaat itu kau hancurkan aku dan kau peluk dia dibelakangku dengan mesra,...
dan aku tau itu,..
Jadi apa salah jika aku tidak pernah mencintai,..menyayangi,..dirimu
karena "KAU MENGHANCURKANKU DAN MENCINTAI DIA HANYA UNTUK KESENANGAN DIRIMU SAJA",..
DIA
Sesuatu yang kutemukan dikala hatiku hancur karena cinta adalah dia
Dia… yang telah menutup lukaku kembali.
Untuk esok yang ku harap tak lagi ada kemarau
Tak lagi sepi dan bukan lagi tangis yang terdera karena ku terluka oleh masa dikala aku tersakiti
Untuk esok yang ku harap tak lagi ada kemarau
Tak lagi sepi dan bukan lagi tangis yang terdera karena ku terluka oleh masa dikala aku tersakiti
Dia..sungguh telah membuka lukaku kembali
Sama seperti sebelumnya dengan terbata, ku tulis doa dalam hati
Tertatih, aku berjalan menghampiri bahagia itu
Karena dia telah menutup lukaku kembali
Sama seperti sebelumnya dengan terbata, ku tulis doa dalam hati
Tertatih, aku berjalan menghampiri bahagia itu
Karena dia telah menutup lukaku kembali
Seseorang yang membuat diriku tersipu malu tak bisa berbuat apa-apa adalah dia
Sesosok manusia dimataku sempurna adalah dia
Senyuman hangat dan manis yang membuat diriku tak bisa tidur adalah dia
Malam sunyi nan syahdu dihujani perasaan,
Di saat terucap kata cinta yang membuat diriku tak bisa bernafas adalah dia
Kata kata lembut yang keluar dari bibirnya membuatku terpana diam hanya mendengar
Dia..................
Dia terkadang ada dalam sepiku, menemaniku setiap waktu
Dia yang selalu disampingku....
Tak bisa sedetikpun aku bernafas pabila Dia tak disampingku
Dia yang selalu mencurahkan keluhnya
dan aku tak pernah mengeluh akan keluh kesahnya itu
Dia................
Dia yang indah yang masuk kedalam hatiku......
Dia yang sudi menyayangiku,
Dikala Dia berbicara...........
Lembut terdengar di telinga,
Satu kata terdengar manis, dua kata terdengar syahdu
Terkadang Dia berbicara penuh dengan keputus asaan
Terkadang Dia berbicara penuh dengan keegoisan
Terkadang dia berbicara penuh dengan kelembutan, itulah
Dia...............
Aku takkan pernah membuat diriku berpikir hitam tentang dia
Kan tetap kujaga pikiranku dari hitam dan selalu putih untuk dia
Hariku kosong dikala ku tak menemukan senyumannya
Hatiku sepi dikala ku tak mendengar kabarnya
Hp ku hening dikala ku tak mendapat sms darinya
Rasaku hilang dikala rasamu hancur
Rasaku tumbuh dikala rasamu tumbuh
Dia
Dialah yang selalu kucinta
Dialah yang selalu kusayangi
Dialah yang selalu kukasihi
Kau adalah Dia dan di dalam Dia ada diriku..........
Selasa, 28 September 2010
KuMpULaN CeRiTa UnIk HoroRkU
Jeritan 2
TUYUL MAGRIB
Friend's, ini kisah gua lagi yang berikutnya...setelah kita baca jeritan 1 yang judulnya HANTU BLAU, kini gua punya kisah yang tak kalah unik dan horor. yaitu TUYUL MAGRIB. Kenapa gua kasi judul begono? nggak usah panjang lebar deh, gini ni ceritanya.
Gua masih ingat moment demi moment yang gua alami hari itu., tapi gua lupa hari apa ya? kebetulan hari itu libur sekolah, kejadiannya sama, gua masih duduk di bangku MTs kelas 3. Dirumah .. gua punya adik 4 alias gua adalah anak yang tertua. Adik gua yang terakhir umurnya sekitar 3 tahun pada saat itu. Gua sangat sayang kepadanya sebut saja namanya Fadli., kepada adik yang lainnya gua juga sayang, tapi karena dia adik gua yang paling bontot dan kebetulan paling imoet, jadinya rada lebih sedikitlah perhatiannya.
Sehabis gua bermain dengan fadli, akhirnya dia dimandikan ama mamah, karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 6 sore. Sudah hampir magrib rupanya. Langit pada sore itu kelihatan agak hitam tidak seperti biasanya alias mendung. sepertinya mau hujan, pikirku. dan ternyata beneran hujan turun dengan lebatnya, petir bersorak sorai mengiringi indahnya butiran butiran yang jatuh membasahi bumi. Tiba-tiba mama memanggilku :
" Abang......., tutupin jendela rumah ya... ama pintu depan.. adek yang laen suruh masuk, diluar hujan, lagian udah mau magrib tu?."
" Iya ma...."
Dengan sigap gua langsung memanggil adik yang lain agar bergegas masuk kerumah dan menutup jendela di rumah gua. Akhirnya kelar juga tugas yang diberikan mama, tapi gua lupa.... jendela kamar gua belum ditutup, entar banyak nyamuk lagi yang masuk kekamar gua. Dengan sekejap gua langsung berada di kamar dan segera ingin menutup jendela kamar. Gua lihat hujan mulai reda, hujan hanya menyisakan rintikan rintikan kecilnya saja.
Tapi begitu gua ingin menutup jendela...mata gua tertuju pada satu tempat, yaitu di samping rumah gua. Rumah gua memiliki halaman yang lumayan di bilang luas. di depan rumah terpampang pohon Kuini sejenis mangga yang begitu besar, usianya sudah ratusan tahun, sedangkan disamping rumah tertanam pohon melinjo yang kokoh berdiri menjulang keatas, umurnya juga sudah puluhan tahun. Akhirnya gua terus menatap ketempat disamping pohon melinjo itu.....pikir saya " Kok ada anak kecil telanjang bulat, maen air bekas hujan ya (Becek)?." sambil loncat loncat kegirangan
Gua berpikir, ah itu mungkin si fadli..... tapi fadli kan didalam rumah, lagian diakan udah mandi.....dengan rasa penasaran gua teriak " Fadli!!! masuk kerumah....udah mandi kok malah main becek?!!."
Tapi bocah itu tak mengubris omongan gua, malah mama yang menyahut : " Apaan sih,... Fadli kan ama mama. ni dia mama gendong.." dengan rasa yang tak percaya. gua hanya bengong diam tanpa kata, dan gua mencoba kembali menoleh ke bocah itu, bocah itu masih lompat lompat kegirangan..tapi sama sekali gua ngga mendengar suara bocah itu, dan semakin lama gua memandangi bocah itu perlahan dia menghilang lenyap di balik kegelapan suasana kelam magrib pada saat itu.
Akhirnya gua menutup jendela, dan menghampiri mama gua dan gua bercerita mengenai kejadian yang gua alami. Sosok bocah itu hitam, kecil, bahkan lebih kecil dari adik gua.gua hanya melihat bagian belakangnya saja. karena bocah itu membelakangi gua. Gua bertanya tanya mahkluk apa sebenarnya bocah itu? lalu mama menerangkan kepada saya, mungkin yang saya lihat tuyul......., kemudian saya berpikir tidak menerima begitu saja argumen yang diberikan oleh ibu saya...saya bilang "Tuyul? masa sih ada tuyul hari gini?"
" Iya tuyul ! coba abang pikir... disini itu nggak ada anak kecil, rumah kita dikelilingi pagar, lagian cuma mama yang punya anak kecil, tetangga kita anaknya udah pada gede smua, kalopun ada ..., orang tua mana yang biarin anak sekecil itu keluar pada saat hujan dan udah malam pula...benerkan?".
Gua pun mengiyakan perkataan mama gua, bener juga, selama ini juga tetangga sering merasa kehilangan duit tanpa sebab dan tanpa pelaku yang jelas, mama gua juga sering kehilangan uang di brankas, aneh memang... yaitulah cerita tuyul magrib......
bersambung ke jeritan 3..tunggu aja ya....
Senin, 27 September 2010
KuMpULan CeRiTa Unik HOroRku
Jeritan 1
HANTU BLAU
Sebenarnya nggak penting juga gua jabarin kejadian kejadian horor yang pernah gua alami, tapi oke juga kalau dibagi, mungkin pengalaman gua, juga pernah kalian alami.
Okelah kalau begitu, kita mulai aja ya ceritanya...(Smile)........
Siang itu gua beraktifitas seperti biasanya, sebelum gua berangkat kesekolah biasanya bersihin badan dulu alias mandi, pada saat itu gua masih duduk kelas 3 Mts sepantaran dengan SMP. Kebetulan orang tua gua ingin gua sekolah yang dimana banyak pelajaran mengenai agama yang kami anut yaitu Islam. Siang itu terlihat secerah seperti biasanya, tak ada yang tampak ganjil pada hari itu, tapi yang kuingat hari itu hari selasa tepatnya hari selasa kliwon. Kalo kata orang jawa selasa itu hari yang sakral, apalagi kliwon entah deh gua juga kagak tau betul...,
Karena rumah gua dekat dengan sungai alias empang, gua sering mandi di sungai, bisa dikatakan gua anak sungai, tiada hari tanpa berendam dan menyelam di sungai, rasanya kalo nggak mandi disungai belum afdol.., melangkah dengan pasti dan penuh semangat gua bergegas ke sungai dengan membawa perlengkapan mandi...tak lupa pula handuk beserta celana dalam baru. Sambil menelusuri semak dan ilalang melewati jalan setapak, gua pun sambil bernyanyi nggak jelas lagunya apaan.
Begitu gua tiba disungai, gua langsung masuk kedalam air yang warnanya hijau kebiruan itu. kebetulan air sungai pada saat itu sangat jernih, sangking jernihnya gua bisa melihat dasar sungai yang beralaskan bebatuan kerikil yang indah itu. Tapi kalau dilihat sekarang, gua sedih banget...kenapa? karena air sungai yang jernih dan sejuk itu, kini tlah tercemar dengan limbah pabrik dan industri rumah tangga, jorok, kotor, butek, jangankan melihat dasar sungai, mau mandi aja udah nggak berani deh, entar kulit gua ditumbuhin bunga bunga yang kecil nan indah, ogah ah!. Kalau dulu palingan limbah manusia,,....mau tau apaan? pasti sudah pada tau deh...hehehe.
Saat itu pukul 12 siang, kenapa? karena gua sekolah masuk pukul 13 siang. jadi masih banyak waktu untuk berendam sambil menikmati sejuknya air sungai, sekolah gua juga dekat dari rumah gua sekitar 500 meter gitu. Nyelam timbul, nyelam timbul...berenang.. itu aja yang gua lakuin dengan penuh semangat, tapi ada yang kurang, pada saat itu gua hanya sendirian, tak ada satu orangpun yang mandi di sungai pada saat itu.
Akhirnya gua berpikir, " Ada apa ya? kok sepi banget, nggak kayak biasanya.", gua nggak ambil pusing , akhirnya gua lanjutin tingkah gua tadi, menyelam...., begitu gua naik kepermukaan. sejauh mata gua memandang gua melihat sesosok mahkluk di hulu sungai. wujudnya keliatan sangat nggak jelas, seperti manusia tapi bukan manusia. dalam hati berpikir dan bertanya: "itu apaan ya?, kok nggak jelas gitu, manusia bukan, hewan bukan. ah gua harus samperin tu mahkluk."
Dengan langkah sedikit tertatih, gua menelusuri pinggiran sungai yang dihiasi karang dan bebatuan kerikil, jarak pun semakin dekat, bolak balik gua usap usap kedua mata ini, dan semakin dekat. jelas kelihatan bahwasanya mahkluk itu berupa manusia tapi memiliki bulu yang lebat berwarna hitam dibasahi dengan air sungai. mahkluk itu berada setengah dada di atas permukaan air sungai. dengan wajah yang seram, kedua matanya merah dan ada dua taring di kanan kiri mulutnya, dia memilki tangan dan kuku yang panjang dan besar. pokoknya mengerikan banget. Gua terpaku tak bergerak, kaki ini rasanya susah untuk digerakkan, mulut ini terkatup tak bisa terbuka. Lo tau nggak? jarak gua dengan mahkluk itu.. cuma 5 atu 6 meter di depan mataku, begitu dekat.
Sedangkan mahkluk itu hanya terdiam menatap dengan dingin dengan kedua bola matanya yang merah. di dalam hati gua hanya bisa istigfar tiada henti dan berdoa memohon perlindungan dari Allah. Apakah ini yang disebut dengan hantu blau? yang sering dibicarakan orang banyak bahwasanya disungai ada penunggu yaitu hantu blau? entahlah gua nggak ngerti!. dengan rasa yang kian memuncak akhirnya gua bisa mengerakkan kaki gua untuk berlari, dan sebelum gua berlari makhluk itu hilang dan tersenyum lebar kepadaku, giginya runcing runcing smuanya. TING!!! dia menghilang... detik itu juga gua pun menghilang alias kabur lari melewati ilalang ilalang yang tinggi dan semak belukar. tanpa pikir panjang.
Itulah kisah pertama gua melihat hantu seumur hidup gua.......masih banyak........ bersambung ke Jeritan 2
Minggu, 19 September 2010
TITIK TERENDAH
Saat ini dan di detik ini, aku berada di titik terendah dalam hidupku. Aku memang manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kekhilafan, aku hanya seonggok daging hidup yang menyia nyiakan kesempatan dan waktu yang telah banyak terbuang. Dimanakah aku berada saat ini? entahlah akupun tak tahu.
Ya Tuhan, apakah aku bisa mencium bau surgamu? apakah aku bisa melihat cahaya terang di gerbang kematianku? begitu hinanya kah aku? sehingga sedikit saja tidak ada kebahagiaan yang datang kepadaku? memang aku pantas mendapatkan ini semua. Tapi Tuhan aku ingat akan diriMu, bukan hanya didalam bahagia ku, tapi juga didalam gelapnya diriku akupun selalu mengingat dan selalu berdoa kepadamu.
Sedikit kebahagiaan yang kuberikan kepada teman dan keluargaku, tapi semua itu tak berguna, bukannya aku mengharapkan imbalan atau balas budi, tapi hanya cukup mengganggap aku ada saja itu sudah cukup bagiku, dan aku merasa sangat bahagia. Ketika aku berada diatas, semua menyanjungku, semua menyayangiku bahkan mereka selalu ada buatku. Tapi mengapa disaat aku berada di titik terendah dalam hidupku, terasa begitu sangat berbeda...semua menjauh dariku dan menganggap diriku tak ada... aku kesepian, aku mati rasa tak ada daya tak ada upaya yang bisa kulakukan lagi......
Aku memang tak berguna lagi, aku memang hina dan rendah diantara manusia paling hina dan paling rendah. Tiada lagi dapat kembali masa indah itu. Ya Tuhan kuatkanlah aku.... didalam lamunanku aku masih tersadar akan adanya diriMu.......syetan berbisik padaku, untuk keluar dari dunia yang penuh dengan sandungan ini, iblis mengajakku masuk ketempat persemayamannya, dia akan menjamuku dengan segala yang dia punya. Aku tak tau apakah aku telah berada di perjamuan itu?
Yang jelas saat ini aku sangat membutuhkan teman, kekasih dan keluarga yang memberikan semangat baru lagi buatku untuk menjalani luasnya hidup ini. Apakah kalian mengganggap aku ada? titik terendah hina hancur tak bernyawa........................
Kamis, 16 September 2010
THE LION'S DEN
Reservation In Flight School
Bermula kepulanganku dari Bandung, aku hanya duduk manis sambil membaca sebuah buku yang tak tahu judulnya apa, aku sudah lupa.
Membisu tanpa sebab, resah tanpa tahu kenapa?. Tadinya aku berpikir aku manusia yang paling hina di muka bumi ini. kenapa tidak? bukannya aku menyenangkan kedua orang tuaku, eh malah membuat mereka semakin memikirkan dan menyusahkan diri mereka atas diriku. seharusnya diusia seperti ini aku bisa memberikan sesuatu yang berharga buat mereka, minimal aku sudah harus bekerja dan menghasilkan uang walaupun sedikit, karena aku merasa akan sangat bangga dengan hasil jerih payahku sendiri. sebenarnya mereka pernah bilang kepadaku,
"kami tidak perlu apa-apa, yang penting kau sehat, hidupmu senang dan sayang sama keluarga"
itu perkataan mama yang membuatku yakin aku pasti bisa membahagiakan orangtua juga keluargaku.
Siang itu sangat panas, aku mengendarai motorku untuk pergi kerumah kakak angkatku yang tidak jauh dari rumahku, namanya Leli dan yanti. leli adiknya dari yanti. yanti anak pertama dari dua bersaudara, mereka telah kuanggap sebagai kakaku sendiri, karena dirumah aku tidak punya kakak, jadi aku rindu akan kehadiran seorang kakak di rumah. perjalanan dari rumahku kerumah mereka berjarak 1 km nggak jauh sih.
Rasanya siang itu aku berjalan di padang pasir yang luas di daratan mesir dikelilingi pyramid tua dan unta unta yang berjalan dengan rapihnya terlihat penunggang diatasnya sambil meminum sebotol air dari tempat minumnya kemudian penunggang itu mengejekku sambil menawarkan minuman itu. oh tuhan berikan sedikit air, pintaku.
tersadar aku dari lamunanku, hampir saja motorku mencium bokong angkot yang tiba-tiba berhenti menurunkan penumpangnya. dasar!!!!...... angkot...... tidak ada memberi aba-aba bahwasannya dia ingin menurunkan penumpangnya !!!! huh sebel.
Rasanya siang itu aku berjalan di padang pasir yang luas di daratan mesir dikelilingi pyramid tua dan unta unta yang berjalan dengan rapihnya terlihat penunggang diatasnya sambil meminum sebotol air dari tempat minumnya kemudian penunggang itu mengejekku sambil menawarkan minuman itu. oh tuhan berikan sedikit air, pintaku.
tersadar aku dari lamunanku, hampir saja motorku mencium bokong angkot yang tiba-tiba berhenti menurunkan penumpangnya. dasar!!!!...... angkot...... tidak ada memberi aba-aba bahwasannya dia ingin menurunkan penumpangnya !!!! huh sebel.
"Amec, mau temenin teteh nggak? "
namaku ahmad tapi panggilan ama temen-temenku Amec, katanya sih lebih keren....tapi menurutku biasa aja, malah aneh kedengarannya, tapi biarlah tidak menjadi masalah buatku mereka ingin memanggil diriku dengan apa, selama itu baik. "iya teh apaan? temenin kemana?"
aku bingung, baru juga sampai, langsung mau pergi lagi,, aduh ampun deh panasnya nggak tahan. "temenin teh leli ke sekolah penerbangan, teteh mau coba ngelamar mana tau teteh diterima, soalnya teteh pengen banget bisa kerja dan berkarir di dunia penerbangan".
" yaudah deh aku temenin, jauh nggak tempatnya? teteh tau kan panasnya nggak ketulungan, terasa di gurun sahara!". teh leli mengerutkan dahinya sambil menggelengkan kepalanya, "dasar amec....,tenang aja nggak jauh kok tempatnya, amec juga pasti udah tau tempatnya".
Terpaksa aku melajukan kendaraanku menuju suatu tempat yang dimana aku tak tau tempatnya, sampailah kami di sebuah gedung yang megah dan besar. aku melihat tatanan ruangan yang sangat rapih dan terkonsep, poster- poster penerbangan dan majalah-majalah penerbangan menghiasi dan mempercantik ruangan itu, replika pesawat mulai dari yang sebesar biji jangung hingga sebesar betisku terpajang dengan rapi di meja recepcionist. Ada sesosok manusia cantik di balik meja itu, pikirku, dengan ramah dia menyapa kehadiran kami berdua
"Selamat siang, mas, mbak ada yang bisa dibantu, selamat datang disekolah kami".
Dengan senyumannya yang begitu indah, wajahnya yang begitu cantik, kulitnya yang putih mulus bak mutiara yang langka membuatku terdiam terpaku, tak lepas pandanganku akan dirinya yang begitu mempesona buatku.
"A...a...a.. anu mbak, kami berdua berniat ingin mencoba masuk di sekolah ini".
opssss aku salah ngomong..... aduh betapa bodohnya aku. padahal aku tidak ada niat ingin mencoba apalagi bergabung di sekolah penerbangan itu, tapi ya sudahlah aku terkadung terhipnotis oleh kecantikan mbak recepcionist itu.
"oh, silahkan tunggu sebentar ya? disini kalian bisa langsung di test, ujiannya terdiri dari psikotes, english matematika dan pengetahuan tentang penerbangan, kalau kalian lolos tahap ujian..., maka selanjutnya kalian akan diukur tinggi dan berat badan dan setelah itu masuk sesi interview..gratis lo mbak dan mas.. tanpa dipungut biaya pendaftaran.., bagaimana? mas dan mbaknya tertarik?"
Tanpa pikir panjang aku langsung mengiyakan perkataan mbak recepcionist itu. "Oke mari ikut saya". Lalu kami berdua mengikuti ujian dengan tekunnya, soal demi soal kami selesaikan dengan teliti, lembar demi lembar telah terurai, sampai akhirnya selesai. tak lama setelah itu aku di panggil untuk di interview, begitu juga dengan teh leli. selang beberapa saat kami berdua di panggil oleh seorang mas mas, namanya mas Indra, dia yang meng interview kami berdua tadi.
"Maaf dari kalian berdua hanya satu yang kami pilih..".
Dengan tatapan yang penuh dengan keseriusan kami berdua saling bertatapan "bukan berarti yang tidak lolos bukan yang baik, melainkan belum menjadi kesempatan anda, baiklah, yang lolos untuk masuk ke sekolah kami adalah Sdr. Ahmad, selamat!". Aku sontak terkaget, kok malah aku yang lolos sedangkan yang ingin malah nggak lolos.....kenapa ya? entahlah aku tak ambil pusing aku hanya bisa mengucap Alhamdulillah, puji syukur Tuhan terimakasih. Sedangkan teh leli hanya bisa tersenyum dan memberi selamat untukku.
Kalau ditelaah dengan teliti, kenapa ya aku?
aku ini tingginya cuma 165 cm,
bahasa Inggris ku juga nggak jago-jago amat,
paras mukaku juga nggak ganteng-ganteng amat,
kulitku hitam, lengkap deh...,
mungkin ada sisi lain yang dilihat bahwasannya aku bisa dan mampu untuk sekolah di tempat ini. Tanpa bicara panjang lebar, aku memberitahukan masalah ini kepada kedua orang tuaku.
"Ma....., gimana ni, abang tadi coba test kesekolah penerbangan, ternyata nggak disangka abng diterima dan 3 hari lagi abng harus registrasi ulang...,tapi pakai biaya... gimana tu ma..?"
Mama cuma bilang "Duit dari mana?" kau aja nggak kerja".
tertunduk sambil menghela nafas, oh Tuhan apa yang harus aku lakukan, sebenarnya aku juga ingin meniti karier di dunia penerbangan, keinginan ini muncul ketika aku berangkat ke Bandung menggunakan jasa transportasi pesawat udara, tapi hanya sampai Jakarta, selanjutnya aku menggunakan bus travel untuk sampai di Bandung. pada saat itu aku melihat begitu elegannya orang-orang yang bekerja dibandara, kelihatan elit, walaupun aku tak tahu sebenarnya apa yang mereka lakukan, kalau menurutku mereka termasuk babu elit.Di dalam pikiranku suatu saat pasti aku akan bisa bekerja di Airlines..
Sejenak aku berpikir dan merenung......, apa yang harus aku lakukan? aku tidak mau memberatkan orang tuaku lagi... tiba-tiba muncul ide dari kepala berambutku ini.
"Ma.... gimana kalau motor aku di jual? kan uangnya bisa untuk bayar itu sekolah?"
Rada berat sih, tapi ya udahlah toh entar kalo rejeki, ntu motor balik lagi.
"Ya udah kalau itu mau mu, mama cuma bisa doain aja yang terbaik buat mu, entar mama bilang ke papa, biar dibantu sedikit, emangnya biayanya berapa?"
" ya Jutaan la, tapi nggak sampe jual rumah kok ma, hehehe"
" Emangnya kau punya rumah? nggak kan? kita aja masih numpang, ada- ada aja kamu ni".
Akhirnya mamaku meneruskan pembicaraanku tadi kepada papa, dan akhirnya dengan kebijakan hatinya akhirnya papaku menyetujuinya. Masuklah aku disekolah penerbangan itu, pendidikan di sekolah penerbangan itu berlangsung sekitar 6 Bulan, terdiri dari 3 bulan teori dan 3 bulan praktek, alias Praktek kerja lapangan. Tapi aku hanya menjalaninya sekitar 1 bulan setengah. Begini ceritanya, pada saat itu bagian akademik mengumumkan bahwasannya di salah satu penerbangan swasta membutuhkan 2 orang karyawan laki - laki untuk di pekerjakan. Kemudian kami diberikan sejenis ujian khusus untuk siswa laki-laki, karena pada saat itu perusahaan penerbangan swasta tersebut lagi membutuhkan tenaga kerja pria. Ujian berlangsung begitu alotnya, dari sekitar 20 orang siswa pria, yang ikut interview hanya 15 orang saja, termasuk aku didalamnya.
Kemudian keesokan harinya aku beserta kawanku yang lain, berangkat ke bandara untuk melakukan sesi wawancara. Dengan berpakaian rapi baju putih lengan panjang, dengan celana keeper goyang dan memakai dasi. ibarat sales yang ingin menawarkan barang dagangngannya. Satu persatu kami masuk kesebuah ruangan kecil yang ukurannya sekitar 4x5 meter. Begitu gugupnya aku, sehingga tak terasa keringat bercucuran begitu derasnya, yang tadinya aku memakai parfum super wangi,eh sekarang tidak tercium lagi bau parfumnya, yang ada bau keringatnya yang tercium.... tapi sudahlah, aku tak perduli, walaupun begitu aku tak bisa menyembunyikan kegugupan diriku.
" Eh Lo ngapain aja tadi didalam?, apa aja yang ditanyakan? kasi tau dong..!"
" Nggak ada, biasa aja....entar lo ngerasain kok".
Begitu semangatnya aku menanyakan temanku yang baru keluar dari ruangan seram itu, aku liat wajahnya yang tadi pucat menjadi agak sedikit cerah, sebut saja namanya Ade,penampilan dirinya kalah jauh denganku. Lihat saja, dia tinggi, tingginya sekitar 180 cm, badannya bagus, kulitnya putih, senyumnya menawan, pintar lagi. jadi minder aku dibuatnya. hah, tapi sudahlah aku bakalan tetap berjuang.
bersambung ke manifest 2 tunggu kelanjutannya..................
Rabu, 15 September 2010
blankness
Pertama kau buat diriku tergoda, kedua kau buat diriku terhanyut kedalam arus nafsumu, ketiga aku terjebak dalam buaian cintamu dan akhirnya aku jatuh dan terjerumus jauh didasar kepalsuan cintamu. Kenapa ini terjadi dan kenapa harus bersama dirimu aku terjebak. Setelah kau bawa aku masuk kedalam neraka cintamu, barulah kau mulai membuat skenario pementasan sebuah drama untukku. Sedalam lautan aku mencintaimu, seluas angkasa aku memberikan cintaku, sebesar bumi ini aku curahkan rasa sayangku untukmu. Tapi apa yang kau balas untukku? hanya sandiwaramu saja. taik!!! kau maki aku setelah puas kau sanjung aku, kau maki aku, kau hina aku, kau selingkuhi aku, setelah puas kau sanjung aku, kau sayang aku, ....................... apalagi yang mau kau perbuat untukku??? setan!!!!! taik !!!!
Demi dirimu aku korbankan kehidupanku, demi dirimu aku berdosa di bawah sucinya Kaki Ibuku....... betapa hinanya aku sebagai manusia, betapa lemahnya aku yang telah dibutakan oleh sandiwara cintamu. Setiap hari aku bersabar mencoba untuk bertahan. Mencoba untuk tetap tersenyum dibalik kepedihan hatiku. Aku tersadar setelah beberapa waktu yang lampau kau telah bersandiwara di hadapanku, kau bilang cinta, kau bilang sayang. taik semuanya!!!!!!!!. Setelah aku mantap akhirnya kuputuskan dirimu, kuakhiri kisah percintaan yang dipenuhi oleh skenario buatan dirimu. Kau bilang oke...... syukurlah akhirnya berakhir penderitaanku. Tapi rupanya belum berakhir sampai disini penderitaanku.
Setelah kutemukan pasangan hidupku yang baru, engkau mencoba menggangguku kembali, apa mau? kau bilang aku selingkuh, kau bilang aku memutuskan dirimu karena orang ketiga... Heee pikir pakai otakmu itu??? udah gila kali kau ya...!!! mencoba memutar balikkan fakta..... selama ini kau tak berpikir apa yang telah kau perbuat pada diriku. Engkau bilang kepadaku aku hanya ingat keburukanmu saja, aku tak ingat akan kisah kasih yang pernah kita jalin....taik!! buatmu !!! bagaimana aku bisa mengingat kenangan indah bersamamu, sedangkan semua itu hanya kepura - puraanmu saja.
Kau bilang kau ingin kembali padaku. Kau meminta kesempatan kedua. engkau bilang kau sayang padaku, cinta padaku, semua yang kau lakukan semata mata kau cinta padaku...HAAA maksud mu apa? aku boneka mainanmu yang seenaknya kau mainkan? hidup tanpa diriku kau bilang kau gila???..makan semua itu buatmu. aku takkan pernah mengulang kembali cinta kita berdua. sekarang hidupku sudah lebih baik. walaupun aku tahu bayang bayang jatuh itu akan terulang kembali. tapi aku yakin cinta itu akan menjadi cinta terakhir buatku.
Tak akan aku kembli padamu walaupun dunia ini terbalik, walaupun bumi dan matahari bertabrakan. akan ku buang kenangan pahit itu di tong sampah, yang penuh dengan sampah busuk!!
ku harap cintaku bersama dia menjadi landasan terakhir aku mendaratkan pesawat hatiku. Degan nomor penerbangan LT1 jurusan hati putih abu abu............................
Setelah kutemukan pasangan hidupku yang baru, engkau mencoba menggangguku kembali, apa mau? kau bilang aku selingkuh, kau bilang aku memutuskan dirimu karena orang ketiga... Heee pikir pakai otakmu itu??? udah gila kali kau ya...!!! mencoba memutar balikkan fakta..... selama ini kau tak berpikir apa yang telah kau perbuat pada diriku. Engkau bilang kepadaku aku hanya ingat keburukanmu saja, aku tak ingat akan kisah kasih yang pernah kita jalin....taik!! buatmu !!! bagaimana aku bisa mengingat kenangan indah bersamamu, sedangkan semua itu hanya kepura - puraanmu saja.
Kau bilang kau ingin kembali padaku. Kau meminta kesempatan kedua. engkau bilang kau sayang padaku, cinta padaku, semua yang kau lakukan semata mata kau cinta padaku...HAAA maksud mu apa? aku boneka mainanmu yang seenaknya kau mainkan? hidup tanpa diriku kau bilang kau gila???..makan semua itu buatmu. aku takkan pernah mengulang kembali cinta kita berdua. sekarang hidupku sudah lebih baik. walaupun aku tahu bayang bayang jatuh itu akan terulang kembali. tapi aku yakin cinta itu akan menjadi cinta terakhir buatku.
Tak akan aku kembli padamu walaupun dunia ini terbalik, walaupun bumi dan matahari bertabrakan. akan ku buang kenangan pahit itu di tong sampah, yang penuh dengan sampah busuk!!
ku harap cintaku bersama dia menjadi landasan terakhir aku mendaratkan pesawat hatiku. Degan nomor penerbangan LT1 jurusan hati putih abu abu............................
Rabu, 08 September 2010
Keputusasaan cinta
Ku ulang cinta ini untuk kesekian kalinya, mengapa selalu saja cinta yang kudapat tak sempurna, disaat aku membutuhkan cinta datang kepadaku, selalu saja ada kesan dan pesan yang tersisa, cintaku memang tak bisa di tebak, setiap kali aku ingin menggapainya, maka akan selalu mudah untuk diterka.
Cintaku yang pertama ketika aku masih sangat belia, teringat kembali akan dirinya yang selalu ceria, tak ada harapan, tak ada keajaiban dan tak ada kepastian akan cinta kita, tapi kita tetap ceria, tetap tersenyum. Dikala dirimu bertingkah bak anak lelaki, aku bertingkah bak anak wanita... lucu sekali....kau yang hobi bermain bola, sedangkan aku yang hobi membaca membuat kita semakin aneh dan semakin tak terbaca, ketika keinginanmu tak dapat kupenuhi, engkau hanya tersenyum dan menghela nafas kau ucapkan dari bibir manismu, "tak mengapa?". Apakah ini perasaan cinta? ataukah hanya penghias hidupku saja, disaat kau menyapa lewat suratmu, aku hanya terpaku membacanya dan tak ingin kumembalas surat cintamu itu. mungkin ini yang dikatakan cinta monyet, cinta yang biasa..., tapi wahai kau Adis.. . aku akan selalu mengingat kenangan indah ketika bersama dahulu. tak ada kata putus diantara kita, tak ada kata perpisahan antara kita berdua. tapi inilah kenyataannya, ketika kita tamat dari sekolah, semenjak itu pula aku tak mendengar kabarmu.....dimana kau cinta pertama?..>>
Cintaku yang kedua ketika aku SMA, begitu banyak gadis yang lewat di depanku, tapi hanya satu dan hanya dia tempat sandaran mataku tertuju. Gerak lentik tubuhmu, harum bau parfummu dan senyum manis bibirmu membuatku terhipnotis untuk tak memalingkan pandanganku terhadapmu. Engkau bak bidadari yang turun dari surga. ketika kau lewat di depan kelasku bersama dengan teman-temanmu, kumelihat engkaulah makhluk yang terindah tiada duanya. Hari demi hari bergulir, detik demi detik kian meretakkan waktu. kuberanikan diri untuk mendekatimu. Entah mengapa setiap kali ku mencoba untuk menyapamu, keringat dingin selalu keluar dengan derasnya dari badanku....aku berharap hanya engkaulah obat penawar dari rasaku yang tak karuan ini. perlahan tapi pasti akhirnya kuajak kau ke kantin pak umar, tempat favorit teman-teman kita melepaskan penat setelah belajar dan meneguk sedikit minuman dan melahap semangkuk bakso yang hangat. Kuberanikan diri untuk mengatakan bahwasannya Aku cinta kamu, tapi mengapa rasanya lidah ini menjadi kaku tak bergerak, seakan dia ingin keluar dari mulutku ini, karena dia merasa tak berguna berada didalam mulutku. akhirnya kata itu meluncur dengan datarnya kepadamu, engkau hanya tersenyum sedangkan diriku tak bisa dibayangkan perasaan bercampur aduk jadi satu. ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan, negkau menyambutnya dengan penuh kasih sayang. kugenggam erat jemarimu dan kucium tanganmu. oh betapa indahnya saat itu. hari demi hari berganti, bulan, tahun telah berganti. cintaku padamu kian dalam aku merasa cintaku ini sempurna, bahkan lebih sempurna dari kisah cinta rama dan shinta. keterkaitan rasa diantara kita tak terbendung lagi, malam itu terasa malam yang indah buatku disaat kita duduk berdua menikmati indahnya cahaya rembulan di bawah pohon rambutan. kata demi kata terlontar, engkau pernah berucap kepadaku bahwasannya engkau tak ingin berpisah dariku apapun yang terjadi. aku terima itu dan aku sangat bersyukur mendengar perkataanmu itu Mishi. Tapi apa kenyataannya, setelah kita tamat dari sekolah, kembali lagi terulang seperti ketika aku SMP kekasih pujaan hatiku hilang entah kemana? aku mencoba bertanya kepada orang tuanya, katanya dia pergi merantau ketempat saudaranya. aku mencoba bertanya kepada teman-temannya, mereka bilang tak tahu rimbamu...oh Tuhan apalagi ini... apa salahku?... apa ini yang dinamakan cinta? apa ini yang dinamakan kesetiaan? dimana semua itu?
![]() |
| Picture by Ahmad |
Cintaku yang ketiga terpaut sebuah rasa kembali dengan seorang wanita bernama Ria, dia gadis yang sopan dan pintar dimataku, dengan kerudungnya yang indah semakin membuatku berani untuk masuk kedalam hatinya. aku begitu sayang kepadamu, berharap inilah pelabuhan cinta terakhirku. rasa diantara kita kian bergejolak, apa yang kau inginkan sebisa mungkin aku penuhi, dan begitu juga sebaliknya. kita saling mengisi dan saling membutuhkan satu sama lain, 1 hari tak berjumpa rasanya setahun. lagi lagi cinta ini membutakan mata dan hatiku.........hampir saja aku mengotori kerudung indahmu, hampir saja aku khilaf atas semua rasa ini. Oh Tuhan maafkan diriku. aku hanya manusia biasa. konflik mulai memenuhi kehidupan cinta kita, tapi sebenarnya bukan konflik diantara kita, melainkan konflik dengan teman-temanmu, mereka bilang kepadaku bahwasannya engkau telah menyia nyiakan cintaku, engkau telah mencampakkan cinta putih ini kedalam tong sampah yang penuh dengan kotoran. oh betapa terkejutnya diriku melihat kelakuan mereka, serasa aku tidak percaya, mereka itu teman baikmu, mengapa mereka begitu tega memfitnah dirimu begitu hinanya, tadinya sih aku berpikiran seperti itu, ternyata setelah beberapa kali mereka mengadu kepadaku dan aku tak menghiraukannya, akhirnya samapilah pada titik kesabaranku, mereka menyuruhku menyelidiki kemana kau pergi dan pada akhirnya sampailah aku pada sebuah rumah yang diapit oleh gang kecil. lalu aku membuka pintu rumah itu, karena pintunya tak terkunci....alangkah terkejutnya diriku pada saat itu, jantungku rasanya ingin lepas, kakiku bergetar, tanganku gemetar tak satu katapun yang keluar dari mulutku, aku melihat dirimu duduk dan bersandar di pangkuannya dengan membuka kerudung sucimu...Oh Tuhan........pertanda apalagi ini??? diam tanpa kata aku bergegas meninggalkan rumah itu dan melajukan dengan kencang sepeda motorku.... anjing,!!!! brengsek!!!!!!....taik!!!!!!!!! semua bahasa setan keluar dari mulutku...... perasaan saat itu hancur berkeping keping. rasa yang kita bangun, perasaan yang kita susun dari bawah keatas hingga terbentuk suatu pyramid yang kokoh, dalam sekejap engkau hancurkan!!! taik!!!!!..ternyata aku hanya kelinci percobaan buatmu. kau bilang kau melakukan itu semua hanya untuk memilih mana yang terbaik antara aku dan dia... kau pikir selama ini aku hanya mainan buatmu, aku hanya barang bekas yang kapan saja siap kau campakkan, kau pikir aku barang dagangan dipinggir jalan yang bisa kau pilih pilih lalu kau tinggalkan begitu saja setelah puas kau menjamah dan menyentuhku?????!!!!!! anjing...!!!!. aku begitu tulus mencintaimu Ria, aku begitu menyanyangimu dengan segenap hatiku tanpa membanding bandingkan dengan wanita lain, aku mencoba merajut cintaku untuk kesekian kalinya dengan dirimu setelah beberapa waktu diriku jatuh terbuang dan dilupakan.mengapa??????
![]() |
| Picture By Ahmad |
meninggalkanku..............
mengkhianatiku........
mencampakkanku......
Bukan sampai disini saja penderitaan cintaku... bahkan sampai sekarang, sepertinya Tuhan belum berkenan memberikan cinta Sucinya kepadaku...mungkin suatu saat dan entah kapan itu terjadi. aku akan selalu menunggu ya Tuhan, aku takut akhirnya aku akan terjerumus kedalam cinta hitam yang bahagia, kalaupun itu terjadi aku hanya pasrah..... karena aku sudah bosan akan semua ini, aku akan menjalani cinta terakhir yang kumiliki dengan siapapun itu dengan ikhlas, tanpa menyakiti, biarlah diriku yang selalau tersakiti.....................
inilah segelintir kisah cintaku yang pahit..........masih ada lagi kisah cintaku yang pahit....................
expectation.........
my sincere prayer...........
and love your god...............
Langganan:
Komentar (Atom)


















