SEARCH

About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at nisl. Nullam lorem mi, eleifend a, fringilla vel, semper at, ligula. Mauris eu wisi. Ut ante dui, aliquet nec, congue non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris. Duis sed massa id mauris pretium venenatis. Suspendisse cursus velit vel ligula. Mauris elit.....read more

Kamis, 16 September 2010

THE LION'S DEN


 Manifest 1
Reservation In Flight School

                 Bermula kepulanganku dari Bandung, aku hanya duduk manis sambil membaca sebuah buku yang tak tahu judulnya apa, aku sudah lupa. 

        Membisu tanpa sebab, resah tanpa tahu kenapa?. Tadinya aku berpikir aku manusia yang paling hina di muka bumi ini. kenapa tidak? bukannya aku menyenangkan kedua orang tuaku, eh  malah membuat mereka semakin memikirkan dan menyusahkan diri mereka atas diriku. seharusnya diusia seperti ini aku bisa memberikan sesuatu yang berharga buat mereka, minimal aku sudah harus bekerja dan menghasilkan uang walaupun sedikit, karena aku merasa akan sangat bangga dengan hasil jerih payahku sendiri. sebenarnya mereka pernah bilang kepadaku, 
      
        "kami tidak perlu apa-apa, yang penting kau sehat, hidupmu senang dan sayang sama keluarga" 

         itu perkataan mama yang membuatku yakin aku pasti bisa membahagiakan orangtua juga keluargaku.

Siang itu sangat panas, aku mengendarai motorku untuk pergi kerumah kakak angkatku yang tidak jauh dari rumahku, namanya Leli  dan yanti. leli adiknya dari yanti. yanti anak pertama dari dua bersaudara, mereka telah kuanggap sebagai kakaku sendiri, karena dirumah aku tidak punya kakak, jadi aku rindu akan kehadiran seorang kakak di rumah. perjalanan dari rumahku kerumah mereka berjarak 1 km nggak jauh sih. 
          
        Rasanya siang itu aku berjalan di padang pasir yang luas di daratan mesir dikelilingi pyramid tua dan unta unta yang berjalan dengan rapihnya terlihat penunggang diatasnya sambil meminum sebotol air dari tempat minumnya kemudian penunggang itu mengejekku sambil menawarkan minuman itu. oh tuhan berikan sedikit air, pintaku.
           
        tersadar aku dari lamunanku, hampir saja motorku mencium bokong angkot yang tiba-tiba berhenti menurunkan penumpangnya. dasar!!!!...... angkot...... tidak ada memberi aba-aba bahwasannya dia ingin menurunkan penumpangnya !!!! huh sebel.

     "Amec, mau temenin teteh nggak? "
       namaku ahmad tapi panggilan ama temen-temenku Amec, katanya sih lebih keren....tapi menurutku biasa aja, malah aneh kedengarannya, tapi biarlah tidak menjadi masalah buatku mereka ingin memanggil diriku dengan apa, selama itu baik.
            
"iya teh apaan? temenin kemana?" 
       aku bingung, baru juga sampai, langsung mau pergi lagi,, aduh ampun deh panasnya nggak tahan. 

"temenin teh leli ke sekolah penerbangan, teteh mau coba ngelamar mana tau teteh diterima, soalnya teteh pengen banget bisa kerja dan berkarir di dunia penerbangan". 

Aduh... pikirku.....ribet nih sekolah penerbangan..tak terpikir olehku untuk ikut mencoba mendaftar apalagi masuk di sekolah penerbangan....weleh..weleh?!! pasti mahal... belum lagi biaya selama masa pendidikan, mana aku lagi seret seretnya masalah duit..oh Tuhan.... please help me... tunjukkan jalanmu buatku. 

" yaudah deh aku temenin, jauh nggak tempatnya? teteh tau kan panasnya nggak ketulungan, terasa di gurun sahara!". teh leli mengerutkan dahinya sambil menggelengkan kepalanya, "dasar amec....,tenang aja nggak jauh kok tempatnya, amec juga pasti udah tau tempatnya".

       Terpaksa aku melajukan kendaraanku menuju suatu tempat yang dimana aku tak tau tempatnya, sampailah kami di sebuah gedung yang megah dan besar. aku melihat tatanan ruangan yang sangat rapih dan terkonsep, poster- poster penerbangan dan majalah-majalah penerbangan menghiasi dan mempercantik ruangan itu, replika pesawat mulai dari yang sebesar biji jangung hingga sebesar betisku terpajang dengan rapi di meja recepcionist. Ada sesosok manusia cantik di balik meja itu, pikirku, dengan ramah dia menyapa kehadiran kami berdua  

          "Selamat siang, mas, mbak ada yang bisa dibantu, selamat datang disekolah kami". 

        Dengan senyumannya yang begitu indah, wajahnya yang begitu cantik, kulitnya yang putih mulus bak mutiara yang langka membuatku terdiam terpaku, tak lepas pandanganku akan dirinya yang begitu mempesona buatku. 

"A...a...a.. anu mbak, kami berdua berniat ingin mencoba masuk di sekolah ini".  

        opssss aku salah ngomong..... aduh betapa bodohnya aku. padahal aku tidak ada niat ingin mencoba apalagi bergabung di sekolah penerbangan itu, tapi ya sudahlah aku terkadung terhipnotis oleh kecantikan mbak recepcionist itu.

"oh, silahkan tunggu sebentar ya? disini kalian bisa langsung di test, ujiannya terdiri dari psikotes, english matematika dan pengetahuan tentang penerbangan, kalau kalian lolos tahap ujian..., maka selanjutnya kalian akan diukur tinggi dan berat badan dan setelah itu masuk sesi interview..gratis lo mbak dan mas.. tanpa dipungut biaya pendaftaran.., bagaimana? mas dan mbaknya tertarik?" 

        Tanpa pikir panjang aku langsung mengiyakan perkataan mbak recepcionist itu.  "Oke mari ikut saya". Lalu kami berdua mengikuti ujian dengan tekunnya, soal demi soal kami selesaikan dengan teliti, lembar demi lembar telah terurai, sampai akhirnya selesai. tak lama setelah itu aku di panggil untuk di interview, begitu juga dengan teh leli. selang beberapa saat kami berdua di panggil oleh seorang mas mas, namanya mas Indra, dia yang meng interview kami berdua tadi. 

"Maaf dari kalian berdua hanya satu yang kami pilih.."

       Dengan tatapan yang penuh dengan keseriusan kami berdua saling bertatapan "bukan berarti yang tidak lolos bukan yang baik, melainkan belum menjadi kesempatan anda, baiklah, yang lolos untuk masuk ke sekolah kami adalah Sdr. Ahmad, selamat!". Aku sontak terkaget, kok malah aku yang lolos sedangkan yang ingin malah nggak lolos.....kenapa ya? entahlah aku tak ambil pusing aku hanya bisa mengucap Alhamdulillah, puji syukur Tuhan terimakasih. Sedangkan teh leli hanya bisa tersenyum dan memberi selamat untukku.


Kalau ditelaah dengan teliti, kenapa ya aku? 
aku ini tingginya cuma 165 cm, 
bahasa Inggris ku juga nggak jago-jago amat, 
paras mukaku juga nggak ganteng-ganteng amat, 
kulitku hitam, lengkap deh..., 
     
       mungkin ada sisi lain yang dilihat bahwasannya aku bisa dan mampu untuk sekolah di tempat ini. Tanpa bicara panjang lebar, aku memberitahukan masalah ini kepada kedua orang tuaku. 

"Ma....., gimana ni, abang tadi coba test kesekolah penerbangan, ternyata nggak disangka abng diterima dan 3 hari lagi abng harus registrasi ulang...,tapi pakai biaya... gimana tu ma..?"

Mama cuma bilang "Duit dari mana?" kau aja nggak kerja". 

tertunduk sambil menghela nafas, oh Tuhan apa yang harus aku lakukan, sebenarnya aku juga ingin meniti karier di dunia penerbangan, keinginan ini muncul ketika aku berangkat ke Bandung menggunakan jasa transportasi pesawat udara, tapi hanya sampai Jakarta, selanjutnya aku menggunakan bus travel untuk sampai di Bandung. pada saat itu aku melihat begitu elegannya orang-orang yang bekerja dibandara, kelihatan elit, walaupun aku tak tahu sebenarnya apa yang mereka lakukan, kalau menurutku mereka termasuk babu elit.Di dalam pikiranku suatu saat pasti aku akan bisa bekerja di Airlines..
Sejenak aku berpikir dan merenung......, apa yang harus aku lakukan? aku tidak mau memberatkan orang tuaku lagi... tiba-tiba muncul ide dari kepala berambutku ini.

"Ma.... gimana kalau motor aku di jual? kan uangnya bisa untuk bayar itu sekolah?"

Rada berat sih, tapi ya udahlah toh entar kalo rejeki, ntu motor balik lagi.
"Ya udah kalau itu mau mu, mama cuma bisa doain aja yang terbaik buat mu, entar mama bilang ke papa, biar dibantu sedikit, emangnya biayanya berapa?"


" ya Jutaan la, tapi nggak sampe jual rumah kok ma, hehehe"
" Emangnya kau punya rumah? nggak kan? kita aja masih numpang, ada- ada aja kamu ni".


      Akhirnya mamaku meneruskan pembicaraanku tadi kepada papa, dan akhirnya dengan kebijakan hatinya akhirnya papaku menyetujuinya. Masuklah aku disekolah penerbangan itu, pendidikan di sekolah penerbangan itu berlangsung sekitar 6 Bulan, terdiri dari 3 bulan teori dan 3 bulan praktek, alias Praktek kerja lapangan. Tapi aku hanya menjalaninya sekitar 1 bulan setengah. Begini ceritanya, pada saat itu bagian akademik mengumumkan bahwasannya di salah satu penerbangan swasta membutuhkan 2 orang karyawan laki - laki untuk di pekerjakan. Kemudian kami diberikan sejenis ujian khusus untuk siswa laki-laki, karena pada saat itu perusahaan penerbangan swasta tersebut lagi membutuhkan tenaga kerja pria. Ujian berlangsung begitu alotnya, dari sekitar 20 orang siswa pria, yang ikut interview hanya 15 orang saja, termasuk aku didalamnya. 


     Kemudian keesokan harinya aku beserta kawanku yang lain, berangkat ke bandara untuk melakukan sesi wawancara. Dengan berpakaian rapi baju putih lengan panjang, dengan celana keeper goyang dan memakai dasi. ibarat sales yang ingin menawarkan barang dagangngannya. Satu persatu kami masuk kesebuah ruangan kecil yang ukurannya sekitar 4x5 meter. Begitu gugupnya aku, sehingga tak terasa keringat bercucuran begitu derasnya, yang tadinya aku memakai parfum super wangi,eh sekarang tidak tercium lagi bau parfumnya, yang ada bau keringatnya yang tercium.... tapi sudahlah, aku tak perduli, walaupun begitu aku tak bisa menyembunyikan kegugupan diriku.


     " Eh Lo ngapain aja tadi didalam?, apa aja yang ditanyakan? kasi tau dong..!" 
    
     " Nggak ada, biasa aja....entar lo ngerasain kok".

    Begitu semangatnya aku menanyakan temanku yang baru keluar dari ruangan seram itu, aku liat wajahnya yang tadi pucat menjadi agak sedikit cerah, sebut saja namanya Ade,penampilan dirinya kalah jauh denganku. Lihat saja, dia tinggi, tingginya sekitar 180 cm, badannya bagus, kulitnya putih, senyumnya menawan, pintar lagi. jadi minder aku dibuatnya. hah, tapi sudahlah aku bakalan tetap berjuang.


bersambung ke manifest 2 tunggu kelanjutannya..................

0 komentar:

Posting Komentar