Rasanya siang itu aku berjalan di padang pasir yang luas di daratan mesir dikelilingi pyramid tua dan unta unta yang berjalan dengan rapihnya terlihat penunggang diatasnya sambil meminum sebotol air dari tempat minumnya kemudian penunggang itu mengejekku sambil menawarkan minuman itu. oh tuhan berikan sedikit air, pintaku.
tersadar aku dari lamunanku, hampir saja motorku mencium bokong angkot yang tiba-tiba berhenti menurunkan penumpangnya. dasar!!!!...... angkot...... tidak ada memberi aba-aba bahwasannya dia ingin menurunkan penumpangnya !!!! huh sebel.
Tanpa pikir panjang aku langsung mengiyakan perkataan mbak recepcionist itu. "Oke mari ikut saya". Lalu kami berdua mengikuti ujian dengan tekunnya, soal demi soal kami selesaikan dengan teliti, lembar demi lembar telah terurai, sampai akhirnya selesai. tak lama setelah itu aku di panggil untuk di interview, begitu juga dengan teh leli. selang beberapa saat kami berdua di panggil oleh seorang mas mas, namanya mas Indra, dia yang meng interview kami berdua tadi.
"Maaf dari kalian berdua hanya satu yang kami pilih..".
Dengan tatapan yang penuh dengan keseriusan kami berdua saling bertatapan "bukan berarti yang tidak lolos bukan yang baik, melainkan belum menjadi kesempatan anda, baiklah, yang lolos untuk masuk ke sekolah kami adalah Sdr. Ahmad, selamat!". Aku sontak terkaget, kok malah aku yang lolos sedangkan yang ingin malah nggak lolos.....kenapa ya? entahlah aku tak ambil pusing aku hanya bisa mengucap Alhamdulillah, puji syukur Tuhan terimakasih. Sedangkan teh leli hanya bisa tersenyum dan memberi selamat untukku.
Kalau ditelaah dengan teliti, kenapa ya aku?
aku ini tingginya cuma 165 cm,
bahasa Inggris ku juga nggak jago-jago amat,
paras mukaku juga nggak ganteng-ganteng amat,
kulitku hitam, lengkap deh...,
mungkin ada sisi lain yang dilihat bahwasannya aku bisa dan mampu untuk sekolah di tempat ini. Tanpa bicara panjang lebar, aku memberitahukan masalah ini kepada kedua orang tuaku.
" ya Jutaan la, tapi nggak sampe jual rumah kok ma, hehehe"
" Emangnya kau punya rumah? nggak kan? kita aja masih numpang, ada- ada aja kamu ni".
Akhirnya mamaku meneruskan pembicaraanku tadi kepada papa, dan akhirnya dengan kebijakan hatinya akhirnya papaku menyetujuinya. Masuklah aku disekolah penerbangan itu, pendidikan di sekolah penerbangan itu berlangsung sekitar 6 Bulan, terdiri dari 3 bulan teori dan 3 bulan praktek, alias Praktek kerja lapangan. Tapi aku hanya menjalaninya sekitar 1 bulan setengah. Begini ceritanya, pada saat itu bagian akademik mengumumkan bahwasannya di salah satu penerbangan swasta membutuhkan 2 orang karyawan laki - laki untuk di pekerjakan. Kemudian kami diberikan sejenis ujian khusus untuk siswa laki-laki, karena pada saat itu perusahaan penerbangan swasta tersebut lagi membutuhkan tenaga kerja pria. Ujian berlangsung begitu alotnya, dari sekitar 20 orang siswa pria, yang ikut interview hanya 15 orang saja, termasuk aku didalamnya.
Kemudian keesokan harinya aku beserta kawanku yang lain, berangkat ke bandara untuk melakukan sesi wawancara. Dengan berpakaian rapi baju putih lengan panjang, dengan celana keeper goyang dan memakai dasi. ibarat sales yang ingin menawarkan barang dagangngannya. Satu persatu kami masuk kesebuah ruangan kecil yang ukurannya sekitar 4x5 meter. Begitu gugupnya aku, sehingga tak terasa keringat bercucuran begitu derasnya, yang tadinya aku memakai parfum super wangi,eh sekarang tidak tercium lagi bau parfumnya, yang ada bau keringatnya yang tercium.... tapi sudahlah, aku tak perduli, walaupun begitu aku tak bisa menyembunyikan kegugupan diriku.
" Eh Lo ngapain aja tadi didalam?, apa aja yang ditanyakan? kasi tau dong..!"
" Nggak ada, biasa aja....entar lo ngerasain kok".
Begitu semangatnya aku menanyakan temanku yang baru keluar dari ruangan seram itu, aku liat wajahnya yang tadi pucat menjadi agak sedikit cerah, sebut saja namanya Ade,penampilan dirinya kalah jauh denganku. Lihat saja, dia tinggi, tingginya sekitar 180 cm, badannya bagus, kulitnya putih, senyumnya menawan, pintar lagi. jadi minder aku dibuatnya. hah, tapi sudahlah aku bakalan tetap berjuang.
bersambung ke manifest 2 tunggu kelanjutannya..................


0 komentar:
Posting Komentar