About Us
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at nisl. Nullam lorem mi, eleifend a, fringilla vel, semper at, ligula. Mauris eu wisi. Ut ante dui, aliquet nec, congue non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris. Duis sed massa id mauris pretium venenatis. Suspendisse cursus velit vel ligula. Mauris elit.....read more
Selasa, 28 September 2010
KuMpULaN CeRiTa UnIk HoroRkU
Jeritan 2
TUYUL MAGRIB
Friend's, ini kisah gua lagi yang berikutnya...setelah kita baca jeritan 1 yang judulnya HANTU BLAU, kini gua punya kisah yang tak kalah unik dan horor. yaitu TUYUL MAGRIB. Kenapa gua kasi judul begono? nggak usah panjang lebar deh, gini ni ceritanya.
Gua masih ingat moment demi moment yang gua alami hari itu., tapi gua lupa hari apa ya? kebetulan hari itu libur sekolah, kejadiannya sama, gua masih duduk di bangku MTs kelas 3. Dirumah .. gua punya adik 4 alias gua adalah anak yang tertua. Adik gua yang terakhir umurnya sekitar 3 tahun pada saat itu. Gua sangat sayang kepadanya sebut saja namanya Fadli., kepada adik yang lainnya gua juga sayang, tapi karena dia adik gua yang paling bontot dan kebetulan paling imoet, jadinya rada lebih sedikitlah perhatiannya.
Sehabis gua bermain dengan fadli, akhirnya dia dimandikan ama mamah, karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 6 sore. Sudah hampir magrib rupanya. Langit pada sore itu kelihatan agak hitam tidak seperti biasanya alias mendung. sepertinya mau hujan, pikirku. dan ternyata beneran hujan turun dengan lebatnya, petir bersorak sorai mengiringi indahnya butiran butiran yang jatuh membasahi bumi. Tiba-tiba mama memanggilku :
" Abang......., tutupin jendela rumah ya... ama pintu depan.. adek yang laen suruh masuk, diluar hujan, lagian udah mau magrib tu?."
" Iya ma...."
Dengan sigap gua langsung memanggil adik yang lain agar bergegas masuk kerumah dan menutup jendela di rumah gua. Akhirnya kelar juga tugas yang diberikan mama, tapi gua lupa.... jendela kamar gua belum ditutup, entar banyak nyamuk lagi yang masuk kekamar gua. Dengan sekejap gua langsung berada di kamar dan segera ingin menutup jendela kamar. Gua lihat hujan mulai reda, hujan hanya menyisakan rintikan rintikan kecilnya saja.
Tapi begitu gua ingin menutup jendela...mata gua tertuju pada satu tempat, yaitu di samping rumah gua. Rumah gua memiliki halaman yang lumayan di bilang luas. di depan rumah terpampang pohon Kuini sejenis mangga yang begitu besar, usianya sudah ratusan tahun, sedangkan disamping rumah tertanam pohon melinjo yang kokoh berdiri menjulang keatas, umurnya juga sudah puluhan tahun. Akhirnya gua terus menatap ketempat disamping pohon melinjo itu.....pikir saya " Kok ada anak kecil telanjang bulat, maen air bekas hujan ya (Becek)?." sambil loncat loncat kegirangan
Gua berpikir, ah itu mungkin si fadli..... tapi fadli kan didalam rumah, lagian diakan udah mandi.....dengan rasa penasaran gua teriak " Fadli!!! masuk kerumah....udah mandi kok malah main becek?!!."
Tapi bocah itu tak mengubris omongan gua, malah mama yang menyahut : " Apaan sih,... Fadli kan ama mama. ni dia mama gendong.." dengan rasa yang tak percaya. gua hanya bengong diam tanpa kata, dan gua mencoba kembali menoleh ke bocah itu, bocah itu masih lompat lompat kegirangan..tapi sama sekali gua ngga mendengar suara bocah itu, dan semakin lama gua memandangi bocah itu perlahan dia menghilang lenyap di balik kegelapan suasana kelam magrib pada saat itu.
Akhirnya gua menutup jendela, dan menghampiri mama gua dan gua bercerita mengenai kejadian yang gua alami. Sosok bocah itu hitam, kecil, bahkan lebih kecil dari adik gua.gua hanya melihat bagian belakangnya saja. karena bocah itu membelakangi gua. Gua bertanya tanya mahkluk apa sebenarnya bocah itu? lalu mama menerangkan kepada saya, mungkin yang saya lihat tuyul......., kemudian saya berpikir tidak menerima begitu saja argumen yang diberikan oleh ibu saya...saya bilang "Tuyul? masa sih ada tuyul hari gini?"
" Iya tuyul ! coba abang pikir... disini itu nggak ada anak kecil, rumah kita dikelilingi pagar, lagian cuma mama yang punya anak kecil, tetangga kita anaknya udah pada gede smua, kalopun ada ..., orang tua mana yang biarin anak sekecil itu keluar pada saat hujan dan udah malam pula...benerkan?".
Gua pun mengiyakan perkataan mama gua, bener juga, selama ini juga tetangga sering merasa kehilangan duit tanpa sebab dan tanpa pelaku yang jelas, mama gua juga sering kehilangan uang di brankas, aneh memang... yaitulah cerita tuyul magrib......
bersambung ke jeritan 3..tunggu aja ya....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar