SEARCH

About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at nisl. Nullam lorem mi, eleifend a, fringilla vel, semper at, ligula. Mauris eu wisi. Ut ante dui, aliquet nec, congue non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris. Duis sed massa id mauris pretium venenatis. Suspendisse cursus velit vel ligula. Mauris elit.....read more

Minggu, 17 Oktober 2010

Sisi binatangku

 Aku  hidup dengan damai, selaras dengan alam yang liar menutupi bumi dengan segala kelebihan yang dimilikinya, aku bahagia hidup bebas seperti ini, tanpa ada seorangpun yang bisa mengusikku, apalagi memenjarakanku dan menjadikanku barang tontonan oleh sejuta umat di jagad ini. Aku terus di cari, aku terus diburu yang hasil akhirnya aku adalah barang berharga yang bernilai tinggi. Tidak usah aku sebutkan satu persatu. Hai mahkluk....kita sama sama bernyawa. kita sama sama mahkluk ciptaanNya, kita juga sama sama berhak hidup dan berhak untuk menikmati hidup kita. Tapi tolong jangan lagi kau usik aku. Berapa banyak sudah kalian memburu kami, berapa banyak pula kalian telah membunuh kami. tidak puaskah kalian? dan berapa banyak temanku yang kalian penjarakan dengan kejam? aku tahu tidak semua mahkluk seperti kalian yang memperlakukan kami seperti itu. Beritahukan kepada mereka, aku ini sudah hampir punah dan kelompokku sudah nyaris  kelaparan akibat ulah kalian.

Hanya ini yang ingin kuminta terakhir kalinya, jagalah kami dengan baik dan berikanlah kami ruang yang layak apabila kalian ingin menyelamatkan kami, berikanlah kami tempat yang layak dan pantas dan perlakukanlah kami selayak mahkluk hidup sama seperti kalian.

Stop pemburuan

Jumat, 15 Oktober 2010

Jejak langkahku

           Bekas itu telah tertinggal, bekas itu telah terjiplak dalam buramnya kanvas putih. Tak bisa di hapus walaupun kugunakan dengan segala cara. Aku melihat ada arti dari perjalananku ini. setiap jejak telah kuhitung, setiap jejak telah melangkah liar begitu saja. Terbangun dari tidurku dan setengah tersadar dalam alam nyata, ku melihat sesuatu yang nyata tapi ilusi semata, kucoba meraih itu dan telah kudapat, semakin kugenggam tapi semakin sakit terasa, ku coba untuk perlahan melepaskannya tapi tak bisa. Aku lebih memilih menggemgam itu  kembali dan terus kembali.

         Jejakku kembali menerjang pemahaman yang tak kumengerti. Terbisik dalam hati dalam dan dalam, "apakah aku harus iba akan hal itu?", "apakah aku harus menolongnya?". Tanpa ragu aku menolong tanpa mengharapkan imbalan atau apapun itu, aku hanya ikhlas menolong tanpa mengharapkan balasan apapun. karena aku percaya, balasan yang akan kudapat akan datang tanpa kusadari.

          Malam akan menjelang, tapi aku terus melangkahkan jejakku dan di sudut kiri aku terhempas. Terdiam kaku tak bergerak, apa yang terjadi denganku? mengapa tiba tiba sebuah kayu besar menghantamku secara tiba tiba, aku tak sempat menghindar dan aku tak bisa mengelak dari hantamannya. Kumelihat tubuhku, aku melihat dari ujung rambut sampai keujung kuku di ujung jari kakiku, aku tak melihat luka yang berarti, yang aku lihat hanya potongan potongan hati berserakan tersebar liar di jalanan, aku memungutinya dan aku mencoba bertanya apakah ini salahku, atau ini salah kayu besar itu? atau ini balasan yang aku terima dari keikhlasanku tadi? tanpa kusadari aku telah tertolong dan aku terselamatkan.

          Melangkah tertatih aku meraihnya, kebahagiaan yang kurasa masa itu sangatlah komplit, semua bisa kuraih dengan mudah, ibarat botol minuman yang terisi penuh dengan air manis didalamnya. Kumerasakan nikmatnya pabila kuteguk dengan perlahan. Mungkin karena kecerobohan diriku dan lemahnya pertahanan diri, sehingga kini air didalam botol itu terbuang dengan sia sia, aku tak bisa meminumnya. aku hanya bisa melihat air itu terbuang percuma, air itu mengalir dan semakin mengalir. kini diriku melangkah membuat jejak perlahan tertatih untuk meraihnya kembali.

          Jejakku tak percuma kutapakkan, jejakku tak lekang oleh zaman yang kian berevolusi dengan segala bentuknya. Jejakku tersusun rapi di rak perjalanan yang akan segera ku ukir kembali. Jejakku siap melangkah kemanapun aku akan pergi, jejakku tlah ku tata dengan perasaan hati dan cinta, dan diujung jejakku kelak aku akan bahagia bersama semua langkah.

Minggu, 10 Oktober 2010

HAPPINES

                                                               Butiran 1
 
MENILAI BAHAGIA

Hidup itu penuh  perjuangan bung! Jangan patah semangat dan jangan pantang menyerah, lanjutkan apa yang kamu bisa lakukan dan lakukan apa yang bisa kamu kerjakan. Setiap manusia telah memiliki garis kehidupannya masing masing. Tinggal bagaimana caranya manusia itu mengatur dan merencanakan garis itu dan kemana dia akan mengarah.

Tujuan hidupku adalah bahagia dan tidak ada satu orang pun yang dapat menghalangi diriku untuk membuatku bahagia. Karena hidup ini Cuma satu kali, dan tak ada kehidupan untuk kedua kalinya. Dan janganlah kau sekali kali menghalangi kebahagiaan orang lain hanya demi mengagungkan keegoanmu semata. Karena kebahagiaan orang lain adalah bahagia mereka dan apabila aku melihat orang lain bahagia, maka aku akan bahagia bersamanya juga. Aku ingin membahagiakan semua orang yang bisa aku bahagiakan, walaupun itu sedikit naïf kelihatannya. Tapi itulah motivasi hidupku. Saat ini begitu banyak bahagia yang kudapat, walaupun bahagia itu masih semu yang kuraih, tapi aku mensyukurinya.

Kita melihat begitu banyak orang diluar sana yang ingin hidup lebih layak dan merasakan bahagia. Tapi tahukah kita? Hanya dengan melihat kondisi dan melihat dengan mata telanjang. Apakah kita tahu dan apakah kita bisa menilai mereka itu bahagia atau tidak?

Kisah pertama. Ada seorang perempuan yang tinggal di sebuah rumah kecil yang berdindingkan tepas dan beralaskan tanah. Bisa di bilang lebih mirip dengan kandang ayam. Mereka hanya hidup berdua dirumah itu, anak itu berumur 8 tahun, dan perempuan itu hanya dapat tersenyum tatkala dia mengingat suaminya yang telah di panggil oleh sang pencipta 1 tahun yang lalu. Dia merelakan kepergian suaminya, karena perempuan itu berpikir semua mahkluk hidup yang di ciptakanNya, maka akan kembali padaNya pula, tiada satupun manusia di muka bumi ini yang dapat menghindarinya. Tak ada manusia yang bisa hidup abadi.

Keseharian keluarga ini sangat bersahaja, untuk makan sehari harinya saja mereka berdua berjuang bersama, mencari barang bekas dari satu tong sampah ke tong sampah yang lain. Dan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Tidak bisa dibayangkan sebelumnya disaat suaminya masih hidup dahulu. Minimal mereka berdua tidak perlu susah payah mencari nafkah untuk kebutuhan mereka, paling tidak ada sesosok ayah dan sesosok suami yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan hidup mereka sekeluarga.

Dahulu suami perempuan itu bekerja sebagai tukang bangunan, walaupun hasilnya tak seberapa, tapi itu lebih dari cukup untuk memberi makan anak isterinya dan menyekolahkan satu anak perempuannya. Mereka hidup bahagia, walaupun nyatanya mereka tidak punya apapun. Keluarga itu selalu bersyukur dan tersenyum tatkala suatu saat mereka tidak bisa makan, dan mereka hanya dapat merasakan nikmatnya aroma masakan dari warung nasi di seberang jalan rumah mereka. Tapi mereka tetap mensyukurinya dan mereka bahagia.

Dan disaat pempuan itu kehilangan suaminya. Dan kehidupan mereka nyata nyatanya tidak bahagia. Dan mereka berdua harus bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhannya. Dan anak itu harus putus sekolah demi membantu orang tuanya mencari nafkah. Begitu miris kenyataannya. Mereka tidak mau meminta apalagi mengemis di pinggir jalan, seperti yang bisa kita lihat pada masa sekarang ini. Prinsip hidup perempuan itu adalah lebih baik memberi dari pada meminta, lebih baik menolong dari pada di tolong, selagi dia masih mampu dan dia masih kuat dan masih diberi kesehatan serta masih di perbolehkan bernafas di bumi ini oleh TuhanNya. Serta tak berhenti berusaha dan berikhtiar , maka niscaya Tuhan pasti mendengarkan doa dan pinta hambaNya.

Tuhan itu tidak buta, Tuhan itu selalu mendengarkan dan melihat segala gerak gerik yang kita lakukan di dunia ini, tak sedetikpun luput dari pengawasannya.  Dan apa kenyataan sekarang? Kehidupan mereka ternyata berbalik 180 derajat. Perjuangan mereka membuahkan hasil. Walaupun tidak seberhasil pengusaha besar di negeri ini. Tapi mereka bahagia dan tetap memandang kedepan, dan sesekali memandang kebelakang, agar mereka tidak sombong dan agar mereka tidak lupa dari mana mereka berasal.

Kisah kedua. Seorang pria berpakaian rapi berdasi, kendaraanya mobil keluaran terbaru, rumahnya bak istana kerajaan yang megah. Dia juga memiliki perusahaan penerbangan yang cukup berkembang di Indonesia, intinya hidupnya bergelimpangan kemewahan dan harta. Tak pernah sedikitpun ia melihat kebawah, yang ada dalam otaknya hanyalah ingin, ingin dan ingin lebih baik terus. Itulah salah satu sifat manusia yang tak pernah puas.

Tapi apakah kita tau, Mereka itu bahagia atau tidak?  Anak pria itu hanya bisa menggerutu tiap hari, tatkala orang tuanya tak pernah ada untuk dirinya, dan bahkan bertemu saja mereka tak bisa. Yang bisa diberikan orang tuanya hanyalah uang uang dan uang. Uang bukan segalanya bung! Percayalah, kalau kau berpikir segalanya dapat diatur dengan uang, itu salah! Atau kau berpikir uang dapat membeli kebahagiaan, itu salah… sifatnya hanya sesaat. Walaupun kau bilang hartamu takkan habis tujuh turunan. Tetapi itu semua tak semata mata bahagia, tapi itu hanya tampak dalam fanamu saja.

Suatu ketika perusahaan pria itu mengalami kebangkrutan, tak ada satu orangpun yang berniat membantu pria itu. Semua hartanya habis terjual. Dan pria itu sempat frustasi dan hampir mengakhiri hidupnya begitu juga dengan isterinya. Tapi tak begitu dengan anaknya. Anaknya mendukung dan memberi motivasi kepada kedua orang tuanya. Dan pada akhirnya hidup mereka bahagia dalam segala kekurangan yang mereka miliki dan pria itu baru merasakan inilah kebahagiaannya selama ini yaitu kebahagiaan dari hati. Dan ia pun tak patah semangat untuk kembali membangun hidupnya bersama keluarganya.

              Dari kisah diatas maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwasanya jangan melihat orang hanya dari luarnya saja. Dan jangan sekali kali kita mengukur kebahagiaan seseorang itu hanya dari luarnya saja. Karena sesungguhnya kebahagiaan yang berasal dari hatilah yang lebih nyata dan lebih abadi di bandingkan kebahagiaan fana. Semua berlandaskan dari hati, kalau hati merasa bahagia pastilah hidup kita akan bahagia. Percayalah!

Minggu, 03 Oktober 2010

KAU YANG KULUPAKAN

Mengapa Kau menelepon ku lagi,...
Mengapa Kau menghubungi ku lagi,..
Mengapa Kau mengirim sms lagi
Mengapa Kau mengatakan,.. "aku sayang kamu"
Mengapa Kau mengatakan,.. "aku kangen kamu"
Mengapa Kau seperti itu,..
Mengapa Kau mencintai aku,...
Mengapa Kau menyukai aku,..
Meskipun hujan turun membasahi bumi,..
Meskipun bulan tak lagi ditemani oleh bintangnya,..
meskipun cahaya mentari di pagi ini tak dapat menghangatkan rumput kecil yang telah basah daunnya karena embun pagi,..
Meskipun gunung tinggi memuntahkan laharnya dan menghancurkan bumi......
Aku tetap tidak kan terima tuk bisa mencintai mu,..
Karena aku bukan lelaki yang kejam,..
Karena aku bukan lelaki idaman,..
Yang pasti akan ku katakan kepada mu,..
Aku tidak mencintai mu,..
Meski kau cinta aku,..
Karena disaat kau telepon aku,..
Disaat itu pula aku tak mencintai mu,..
Karena disaat kau bilang sayang,..
Disaat itu pula ku tak pernah menyanyagi mu,..
Karena disaat kau bilang cinta aku,..
Disaat itu kau hancurkan aku dan kau peluk dia dibelakangku dengan mesra,...
dan aku tau itu,..
Jadi apa salah jika aku tidak pernah mencintai,..menyayangi,..dirimu
karena "KAU MENGHANCURKANKU DAN MENCINTAI DIA HANYA UNTUK KESENANGAN DIRIMU SAJA",..

DIA

Sesuatu yang kutemukan dikala hatiku hancur karena cinta adalah dia
Dia… yang telah menutup lukaku kembali.
Untuk esok yang ku harap tak lagi ada kemarau
Tak lagi sepi dan bukan lagi tangis yang terdera karena ku terluka oleh masa dikala aku tersakiti
 
Dia..sungguh telah membuka lukaku kembali
Sama seperti sebelumnya dengan terbata, ku tulis doa dalam hati
Tertatih, aku berjalan menghampiri bahagia itu
Karena dia  telah menutup lukaku kembali

Seseorang yang membuat diriku tersipu malu tak bisa berbuat apa-apa adalah dia
Sesosok manusia dimataku sempurna adalah dia
Senyuman hangat dan manis yang membuat diriku tak bisa tidur adalah dia
Malam sunyi nan syahdu dihujani perasaan,
Di saat terucap kata cinta yang membuat diriku tak bisa bernafas adalah dia
Kata kata lembut yang keluar dari bibirnya membuatku terpana diam hanya mendengar

Dia..................
Dia terkadang ada dalam sepiku, menemaniku setiap waktu
Dia yang selalu disampingku....
Tak bisa sedetikpun aku bernafas pabila Dia tak disampingku
Dia yang selalu mencurahkan keluhnya
dan aku tak pernah mengeluh akan keluh kesahnya itu

Dia................
Dia yang indah yang masuk kedalam hatiku......
Dia yang sudi menyayangiku,

Dikala Dia berbicara...........
Lembut terdengar di telinga,
Satu kata terdengar manis, dua kata terdengar syahdu
Terkadang Dia berbicara penuh dengan keputus asaan
Terkadang Dia berbicara penuh dengan keegoisan
Terkadang dia berbicara penuh dengan kelembutan, itulah

Dia...............
Aku takkan pernah membuat diriku berpikir hitam tentang dia
Kan tetap kujaga pikiranku dari hitam dan selalu putih untuk dia

Hariku kosong dikala ku tak menemukan senyumannya
Hatiku sepi dikala ku tak mendengar kabarnya
Hp ku hening dikala ku tak mendapat sms darinya
Rasaku hilang dikala rasamu hancur
Rasaku tumbuh dikala rasamu tumbuh

Dia
Dialah yang selalu kucinta
Dialah yang selalu kusayangi
Dialah yang selalu kukasihi
Kau adalah Dia dan di dalam Dia ada diriku..........

Kumpulan kata untukmu............kekasihku...........