SEARCH

About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at nisl. Nullam lorem mi, eleifend a, fringilla vel, semper at, ligula. Mauris eu wisi. Ut ante dui, aliquet nec, congue non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris. Duis sed massa id mauris pretium venenatis. Suspendisse cursus velit vel ligula. Mauris elit.....read more

Selasa, 31 Agustus 2010

Keajabian dari ketulusan hati

Taukah kamu apa itu 25 RP? ehm sebenarnya penulisan itu salah, yang benar adalah Rp.25,- tapi jangan dilihat dari cara saya menorehkannya, tapi apa yang terkandung dari tulisan itu. Rp.25,- terlihat sangat sederhana dengan kasat mata, tapi taukah kamu, dia itu sangat bernilai penting buat saya mungkin anda. Rp.25,-. tak tahu kenapa saya bisa ingat kembali dengan Rp.25,-. pada waktu saya tinggal di Bandung. moment itu terjadi pada waktu sore hari sekitar jam 5. Ketika saya menunggu  angkot untuk pulang dari tempat kerja saya, saya melihat seorang nenek yang berjalan di tengah hujan deras, memelas penuh kasihan menyodorkan mangkuk bututnya kehadapan saya,nenek itu berkata " asslamualaikum", hanya kata itu yang keluar dari mulutnya, tidak seperti di sinetron atau film dan iklan yang pernah saya tonton, pengemis berkata "nak,minta sedekah 2 hari belum makan" dan perkataan lainnya. saya terdiam sejenak melihat perjuangan nenek itu, saya berpikir anak mana yang tega membiarkan seorang perempuan tua meminta minta, mengemis, memelas kasihan dari orang lain dengan cara seperti itu, anak mana yang tega menelantarkan seorang ibu yang telah melahirkan dan membesarkan mereka. saya tidak habis pikir. 5 detik saya terdiam dan tersadar ketika nenek itu berkata "Rp.25,-pun tak apa nak". Ya Tuhan aku makin tersentuh dengan suasana saat itu, rasanya diriku ingin merangkul nenek itu dan kubawa kerumahku untuk dirawat olehku.tapi hal itu tak bisa kulakukan karena untuk memenuhi kebutuhanku saja, aku harus banting tulang.

Kemudian kuambil dompetku dan kulihat hanya ada kertas berwarna yang bernilai Rp.20.000,- dan Rp.5000,- serta uang recehan Rp.1000,- 4 lembar, ya Tuhan aku terpaku lagi. "apa yang bisa kuberikan untuk perempuan tua yang rentan ini?" betapa harunya aku ketika dia berucap "Rp.25,- tak mengapa." Lalu dengan tulus kuberikan semua uang yang ada didompetku saat itu, padahal cuma itu persediaan uangku, bahkan aku bingung untuk ongkos pulang. Nenek itu berucap " terimakasih, semoga Gusti Allah membalas budi baikmu". sebenarnya saya tidak mengharapkan apa apa dari si nenek, saya ikhlas membantu tanpa mengharapkan apapun dari nenek itu. "iya nek hati hati". 


Aku melangkah dengan pasti menelusuri Kota Bunga ini dengan perlahan di bawah rintik hujan, langit terlihat terang kembali setelah beberapa saat tadi  terlihat begitu menyeramkan bagiku, petir, angin dan gemuruh hujan yang begitu kuatnya seakan hampir melepaskan sebahagian rohku. lucu memang, aku ini termasuk orang yang takut akan datangnya hujan, kenapa? karena aku takut akan gemuruh petir yang menggelegar, dan kalau aku terkena air hujan dalam jangka waktu 30 menit, maka aku akan terserang demam, ya itulah aku. jarak dari tempat kerjaku ke kost-kostan imut ku sekitar 4 Kilometer jauhnya. dekat sih, tidak seperti perjuangan nenek itu, yang berjalan tidak tahu berapa kilo jauhnya hanya untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara mengemis. Aku ini tidak apa - apanya dibandingkan dengan perjuangan nenek itu. Tak terasa aku sudah sampai di kost ku. Sampai detik ini tidak ada keajabian yang terjadi, yang terjadi adalah badanku basah kuyup, celanaku kotor, hidungku mulai mampet, kepalaku mulai pusing, Oh Tuhan mulai lagi dech penyakitku. aku langsung bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhku ini.




Tebakanku emang benar, yang selanjutnya terjadi adalah aku demam, kuambil selimut menutupi tubuhku, dingin begitu merasuk ke dalam tulang sum-sumku. Gigi ini saling bertabrakan, dalam sepinya kesendirian yang mengelilingi ku saat itu, tak terbayangkan apa yang bisa terjadi dan apa yang bisa kulakukan, badanku terasa tak bisa digerakkan, mulutku hanya membisu tak dapat bebicara, hanya doa dan keajabian yang bisa menghampiri. bagaimana bisa aku membeli obat? pergi kedokter atau membeli makanan....? aku memang benar benar kehabisan uang saat itu..., bukan disebabkan oleh nenek itu, melainkan ini sudah menjadi suratan bagiku, dan Tuhan telah menggariskan kejadian ini di Mega Servernya. Tiba - tiba terdengar suara ketukan kecil dari depan pintuku, "Assalamualaikum" terdengar suara perempuan dari balik papan kayu yang sudah lapuk itu. dengan tergopoh - gopoh aku mencoba berdiri dan membukakan pintu, siapa gerangan yang berkenan datang untuk singgah di kost mungilku ini. Ya ampun......  aku terdiam sejenak, rasanya sakitku hilang, aku merasa orang paling bahagia di muka bumi ini..hehehe sombong......... ternyata orang yang berkenan mampir di kost aku ternyata Ibuku beserta pamanku. Aku masih ingat hari itu, hari jum'at tepatnya. aku langsung mencium tangannya dan ku peluk dengan erat tubuhnya. aku sangat terharu dan berterimakasih Tuhan telah mengabulkan doaku, aku sangat rindu dengan ibuku yang jauh disana, maklumlah aku ini hanya seorang yang mencari pengalaman di kota orang. Apakah ini balasan dari ketulusanku dan keikhlasanku memberikan sesuatu yang sangat berharga pada saat itu bagiku? entahlah... aku hanya bersyukur dan selalu bersyukur segala sesuatu yang diberikan olehNya. ternyata keajaiban itu bisa datang kapan saja, dan dimana saja.

0 komentar:

Posting Komentar