Aku melangkah dengan pasti menelusuri Kota Bunga ini dengan perlahan di bawah rintik hujan, langit terlihat terang kembali setelah beberapa saat tadi terlihat begitu menyeramkan bagiku, petir, angin dan gemuruh hujan yang begitu kuatnya seakan hampir melepaskan sebahagian rohku. lucu memang, aku ini termasuk orang yang takut akan datangnya hujan, kenapa? karena aku takut akan gemuruh petir yang menggelegar, dan kalau aku terkena air hujan dalam jangka waktu 30 menit, maka aku akan terserang demam, ya itulah aku. jarak dari tempat kerjaku ke kost-kostan imut ku sekitar 4 Kilometer jauhnya. dekat sih, tidak seperti perjuangan nenek itu, yang berjalan tidak tahu berapa kilo jauhnya hanya untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara mengemis. Aku ini tidak apa - apanya dibandingkan dengan perjuangan nenek itu. Tak terasa aku sudah sampai di kost ku. Sampai detik ini tidak ada keajabian yang terjadi, yang terjadi adalah badanku basah kuyup, celanaku kotor, hidungku mulai mampet, kepalaku mulai pusing, Oh Tuhan mulai lagi dech penyakitku. aku langsung bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhku ini.
Tebakanku emang benar, yang selanjutnya terjadi adalah aku demam, kuambil selimut menutupi tubuhku, dingin begitu merasuk ke dalam tulang sum-sumku. Gigi ini saling bertabrakan, dalam sepinya kesendirian yang mengelilingi ku saat itu, tak terbayangkan apa yang bisa terjadi dan apa yang bisa kulakukan, badanku terasa tak bisa digerakkan, mulutku hanya membisu tak dapat bebicara, hanya doa dan keajabian yang bisa menghampiri. bagaimana bisa aku membeli obat? pergi kedokter atau membeli makanan....? aku memang benar benar kehabisan uang saat itu..., bukan disebabkan oleh nenek itu, melainkan ini sudah menjadi suratan bagiku, dan Tuhan telah menggariskan kejadian ini di Mega Servernya. Tiba - tiba terdengar suara ketukan kecil dari depan pintuku, "Assalamualaikum" terdengar suara perempuan dari balik papan kayu yang sudah lapuk itu. dengan tergopoh - gopoh aku mencoba berdiri dan membukakan pintu, siapa gerangan yang berkenan datang untuk singgah di kost mungilku ini. Ya ampun...... aku terdiam sejenak, rasanya sakitku hilang, aku merasa orang paling bahagia di muka bumi ini..hehehe sombong......... ternyata orang yang berkenan mampir di kost aku ternyata Ibuku beserta pamanku. Aku masih ingat hari itu, hari jum'at tepatnya. aku langsung mencium tangannya dan ku peluk dengan erat tubuhnya. aku sangat terharu dan berterimakasih Tuhan telah mengabulkan doaku, aku sangat rindu dengan ibuku yang jauh disana, maklumlah aku ini hanya seorang yang mencari pengalaman di kota orang. Apakah ini balasan dari ketulusanku dan keikhlasanku memberikan sesuatu yang sangat berharga pada saat itu bagiku? entahlah... aku hanya bersyukur dan selalu bersyukur segala sesuatu yang diberikan olehNya. ternyata keajaiban itu bisa datang kapan saja, dan dimana saja.







