Di sudut itu kuberdiri menatap senja yang kian meredupkan terangku
Matahari kian menjauh dariku, serasa gelap kian menghimpit segala dukaku
Ceria ini, sakit ini telah kurasakan semua, semua yang kumiliki saat tak peduli
Tak Peduli akan sesuatu yang terbaring dingin di sudut itu, hanya menatap tak menyentuh
Melihat tapi tak merasa dan merasa tapi tak bergeming, hanya diam dan berkicau
Kumengerti kini, mengerti akan semuanya, disaat aku lemah tiada yang perduli
Aku tak mengira bulan jatuh dari langitku dan burung terbang tanpa sayapnya
Aku hanya ingin sedikit rasa, rasa yang membuatku terselimuti oleh hangatnya cinta
Cinta yang bisa memberikan kekuatan untuk tetap bisa bertahan
walaupun kutahu akhirnya
Kalianlah matahariku, kalianlah harapanku, harapan untuk tetap bertahan dalam perihku
Perih yang tak bisa kalian rasakan, perih yang hanya bisa kupikul sendiri
Hampir aku tak kuat, lemah menahan semuanya
Perasaan ini, jiwa dan raga ini hanya tipu semata
Kucoba bersembunyi di semaknya belukar tapi sia sia aku tak mampu
Apakah Penguasa tahu? Apakah penguasa tega melihatku seperti ini?
Tuhan
Tolong buatkan pelangi untukku
Aku akan bersinar diantara warnya
Hingga mereka tahu aku akan aman disisimu
Dan mereka tahu betapa berharganya aku
Dan jika aku mati muda
Tolong baringkan aku di ranjang yang penuh dengan bunga mawar indah
Dan hanyutku ragaku di sungai yang suci
Hanya satu inginku sebelum semuanya terjadi
Aku hanya ingin dimengerti, dan aku akan tetap bangun
Meskipun badai ini semakin mendesakku
Aku yakin senja itu tak akan menguburku di gelapnya malam…
Mdn.25.02.2014 at 11.35 Pm
Ahmad syahputra parinduri