About Us
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at nisl. Nullam lorem mi, eleifend a, fringilla vel, semper at, ligula. Mauris eu wisi. Ut ante dui, aliquet nec, congue non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris. Duis sed massa id mauris pretium venenatis. Suspendisse cursus velit vel ligula. Mauris elit.....read more
Selasa, 25 Januari 2011
Surat Kecil Buat Tuhan
Bandung 25 January 2011
Dear God,
Tuhan..., Mengapa aku kau berikan hidup seperti ini? aku merasa Kau tak adil kepadaku, bukan merasa lagi, mungkin memang benar Kau tak adil kepadaku. Apakah aku layak dikatakan hidup? apakah memang ini jalanku untuk hidup di dunia? apakah ini pemberianmu? pantaskah aku dikatakan hidup atau pantaskah aku hidup di dunia ciptaanMu ini. Mengapa aku terlahir dengan kondisi seperti ini, terlahir sebagai manusia, bukan yang lain. dan kalau memang layak aku hidup didunia, jangan lahirkan aku sebagai manusia ya Tuhan..
Bukannya aku tak mensyukuri pemberianmu, tapi aku hanya bertanya dan mengungkapkan semua yang ingin ku sampaikan kepadamu Ya Tuhan, bahwasannya inilah aku, inilah hidupku, yang nyata nyatanya tak menampakkan kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Aku tak tahu jadi apa aku kelak jika tanpa sinar yang menerangiku. Aku telah menemukan kebahagiaan walaupun bahagia itu menyakitkan...tapi aku mencoba mensyukurinya Tuhan. Terimakasih Engkau telah memberikan kebahagiaan walaupun nyatanya bahagia yang diberikan tak seindah keadaan. Tuhan...?? terlahir sebagai apakah aku ini? terbuat dari apakah aku ini?...
Aku hanya ingin membahagiakan orang yang kukasihi dan yang kusayangi tapi mengapa tak bisa dan mengapa tak boleh? apakah aku tak layak.....aku tukus Tuhan....aku tak mementingkan masa depanku bagaimana...dan harus gimana...yang aku lakukan hanyalah menjalani apa yang terjadi saat ini dan melakukan apa yang bisa ku lakukan saat ini...karena aku tau apa yang kulakukan pasti mencerminkan masa depanku, dan aku tak mau ambil pusing soal itu. toh pada akhirnya hanya Engkau yang menentukan. Takdirku tak bisa kurubah walaupun sekuat apa aku berusaha......semuanya Engkau yang mengatur dan Engkau yang berkuasa...
Mengapa tak kau ciptakan aku dengan fisik dan bathin yang sempurna? atau sekalian saja aku tak diciptakan? sehingga aku tak bisa dan tak pernah mencicipi kehidupan yang sekarang yang kujalani. Hidup ini hanya sekali Tuhan, kenapa tak kau berikan kesempatan untuk hidup dua kali kepada kami semua ciptaanMu? hingga kami bisa mengubah apa yang seharusnya kami ubah dan melakukan semuanya sesuai dengan kehendakMu. Tuhan...Dimanakah tempat sedamai surga? walau aku tak pernah tahu dimana surga itu dan seperti apa di dalamnya. Bisakah aku mencium bau surga itu jika aku Mati nanti? walau hanya menciumnya aku Bahagia...
Ya Tuhan, berat.....berat beban yang ku panggul sekarang, sehingga bahuku tak dapat lagi menahan beratnya beban ini. berilah sedikit jawaban atas Suratku KepadaMu ini.. aku tau Kau Maha Mendengar, Maha Besar, Maha mengetahui segala apa yang terjadi dan yang belum terjadi.
Tuhan..., Oh Tuhan...., sudah lelah aku berteriak dan percuma aku berteriak. Mengapa? tak kau berikan aku hanya 1 pilihan. Mengapa harus lebih dari itu yang ku dapat? Sudah Usang hati ini menahan panasnya bara. Sudah lapuk raga ini termakan usia. Sudah letih nyawa ini menanggung semua derita. Ingin ku sudahi hidupku ini Tuhan..tapi tak bisa. Kalaupun hidupku berakhir, aku ingin tetap berada disisi mereka orang - orang yang ku sayangi. Walaupun mereka tak melihatku, tapi aku bisa melihat mereka dan bisa berdoa walaupun aku tak tahu doaku dalam keheningan hampa. dan apakah doaku diminta oleh Mu.
Tuhan maafkan aku yang telah lancang mengirim surat ini untukMu, semoga Engkau dapat memahami semua apa yang sedang ku lakukan sekarang. Aku yakin Kau Maha Mengetahui..
Terimakasih Tuhan......
Tertanda
Hambamu yang Terpasung.....Rabu, 19 Januari 2011
Sepenggal SayapKu....
Aku tak sanggup memikul beban ini
Beban yang membuatku menggila
Beban yang membuatku mati rasa
Telah kuselami palung terdalam di samudera luas
Tapi tak kutemukan tempat seperti surga
Tempat seperti keindahan
Tempat yang penuh dengan kebahagiaan
Aku tak sanggup melihat sayapku yang patah
Sayapku yang kurajut helai demi helai.....patah begitu saja..
Melewati rentangan langit jingga di bawah tahtaNya
Bahkan aku tak bisa untuk melihatnya
Hanya sekedar memandang dari atas
Memandangnya dengan tulus walaupun menyakitkan..
Apakah tak ada lagi waktu buatku untuk mengenangmu?
Berikanlah aku sedikit waktu,
Hanya sekedar ingin tau bahwa kau bahagia..
Dan tak usah memandang aku bagaimana..
Aku pasti bahagia dalam relung cinta...
Sayapku...terbanglah kau walau tanpa kepakanku.....
Sayapku...kau diiringi malaikat cinta, yang siap menjagamu....
Aku bahagia dan selalu bahagia melihatmu...walau sebenarnya tak melihatmu...
Wahai sayap patah...damailah......dalam dekap sang cakrawala.....
MDN (26.02.2014)
01.00 Am
Titikuning
Langganan:
Komentar (Atom)

